oleh

Zulkarnain-Samiri Seret KPU ke Bawaslu

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Buntut dari adanya dugaan pelanggaran terhadap hasil verifikasi administrasi syarat dukungan bakal calon (Balon) Bupati/Wakil Bupati dari jalur perseorangan (independen) pasangan Irjen. Pol (Purn) Zukarnain dan Samiri, Jumat (15/12) lalu Kuasa Hukum keduanya menyeret empat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lahat ke meja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Hari ini kami hadir ke Bawaslu dalam rangka melaporkan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggaraan Pemilu. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kita laporkan juga ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, red),” terang Kuasa Hukum pasangan Zulkarnain-Samiri, Wahyu Hidayat, Minggu (17/12).

Pria berkacamata ini menilai keempat komisioner KPU Kabupaten Lahat, masing-masing Samsurizal Nusir (Ketua), Hasanudin (Divisi Perencanaan dan Data), Jalaludin (Divisi Logistik) dan Dwi Larasati (Divisi Teknis) telah melanggar pasal 180 dan 185 Undang-undang (UU) No. 10 Tahun 2016 serta pasal 6 Peraturan DKPPU RI No. 2 Tahun 2017.

“Banyak kejanggalan dan pelanggaran administrasi yang dilakukan KPU Lahat. Kita lihat juga, tidak ada rasa kemandirian dari KPU untuk mencoret calon yang masih pada tahap penyerahan dukungan. KPU Lahat mestinya melakukan verifikasi faktual dukungan dahulu, baru memutuskan lolos atau tidaknya,” sesalnya.

Diulasnya kembali, saat proses verifikasi administrasi lalu, terutama penginputan data ke Sistem Informasi Pencalonan (Silon), menjadi terhambat lantaran aplikasi yang disediakan KPU ini sedang ‘error’ (bermasalah, red). Di mana dari 25.025 KTP dukungan yang diserahkan ke KPU, baik softcopy maupun hardcopy, baru ter-uploud sebanyak 10.346.

“KTP dukungan sudah kita serahkan sesuai dengan syarat, hanya saja saat proses penginputan, aplikasi Silon sedang error. Sehingga, peng-uploud-an data pun menjadi terhambat. Nah, ini kan di luar kehendak kita. Harusnya, KPU tetap berpedoman pada softcopy dan hardcopy KTP dukungan yang kita serahkan,” protesnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumsel, Junaidi, membenarkan bahwa Kuasa Hukum pasangan Zulkarnain-Samiri telah melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU Kabupaten Lahat ke pihaknya. Hanya saja, Junaidi enggan berkomentar lebih jauh dengan alasan sedang Dinas Luar (DL) Kota.

“Saya belum baca data (laporannya), jadi belum bisa berkomentar,” singkatnya. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita