oleh

Zairida: Bisa Ada Tersangka Baru

Korupsi AKN Muratara

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau terus mendalami dugaan korupsi terhadap proyek pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN) di Kabupaten Muratara. Kepala Kejari Lubuklinggau, Hj Zairida MH, M.Hum menjelaskan kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan Direktur PT Binduriang, inisial BR (28) sudah masuk tahap penyidikan.

Menurut orang nomor satu di jajaran korps Adiyaksa Lubuklinggau tersebut, dalam proses penyidikan ini bukan tidak mungkin menyeret tersangka lain, selain BR dan SB.

“Bukan tidak mungkin ada tersangka baru, selain BR dan SB. Tergantung dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan kedua tersangka,” kata Kajari, Rabu (15/8).

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejari Lubuklinggau, akibat ulah BR dan SB, setidaknya negara mengalami kerugian sebesar Rp 5 miliar

Tapi, untuk lebih lanjut pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dalam menghitung kerugian negara tersebut.

Kemudian, setelah proses penyidikan selesai dan memasuki tahap penuntutan. Maka, SB yang belum ditahan karena koperatif, akan ditahan untuk mengikuti persidangan di Pengadilan Tinggi (PT) Palembang. Mereka, akan dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo Kota Palembang, tepat satu minggu sebelum dilakukannya sidang perdana dan akan tetap di sana sebelum putusan inkrah.

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Lubuklinggau, Imam Purwanto, didampingi Kepala Pengawas Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Subhan Malik mengatakan BR masuk dalam Blok Dahlia kamar Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Di sini, BR tinggal bersama lima warga binaan perkara Tipikor.

Sekedar mengingatkan, dalam proses penyelidikan perkara dugaan korupsi proyek AKN, setidaknya penyidik Kejaksaan Negeri Lubuklinggau sudah memeriksa 30 orang saksi, mereka merupakan petinggi yang berada di Kabupaten Muratara. (01)

Rekomendasi Berita