oleh

Zainal Aripin, Penjual Bakso Keliling Berpenghasilan Rp 40 Ribu Per Hari

Pada usianya yang senja, Zainal Aripin harus bisa bertahan hidup seorang diri. Berjualan pentol bakso, menjadi pekerjaannya saat ini untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Laporan Daulat, Jawa Kanan SS

Saat melintasi simpang RCA Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II saya bertemu dengan kakek Zainal Arifin, penjual pentol bakso. Meskipun sudah usia lanjut, ia tampak masih semangat mendorong gerobaknya untuk menghasilkan uang.

Ia mengaku menjual pentol bakso, sudah dilakukannya lebih kurang lima tahun.

Ia berjualan dengan cara berjalan kaki dengan gerobak dorongnya. Lokasi jualannya pub tidak menentu, kadang di depan sekolah MTSN, SMPN 6 Lubuklinggau hingga ke Kelurahan Puncak Kemuning, Perumdam dan Simpang 3 RCA Kelurahan Jawa Kanan SS

“Penghasilan sehari-harinya Rp 80 ribu. Uang tersebut disetor ke pemilik pentol sebesar Rp 40 ribu, jadi untungnya cuma Rp 40 ribu sehari. Itu pun kalau dagangannya habis, sehingga keuntungan yang pas-pasan tersebut bisa untuk makan,” ungkapnya.

Sehari-hari, ia tinggal di kontrakan di Jalan Kayu Agung Kelurahan Jogoboyo. Kontrakannya sepetak, tidak ada WC dan tidak ada tempat mandi. Semua fasilitas tidak ada, hanya cukup untuk tidur.

Biaya sewa per bulannya sebesar Rp 40 ribu. Itu pun bayarnya susah. Kalau mau mandi harus numpang di rumah tetangga atau mandi di sungai. Saya tinggal sendirian, istri sudah meninggal, anak juga meninggal. Ada cucu satu, tetapi dibawa oleh menantu keluar kota, jadi berjuang hidup sendirian,” tuturnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita