oleh

Zainal Arifin Bebas Murni

LUBUKLINGGAU – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, yang diketuai Mimi Hariyani SH,MH didampingi Dian Trisatuti dan Tatap Situngkir, membebaskan H Zainal Arifin dari dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudolf SH. Demikian terungkap dalam sidang di PN Lubuklinggau, Kamis (20/12).

Sebelumnya JPU Rudolf mendakwa warga Desa Ngestiboga RT.3 RW.5 Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas (Mura) dengan Pasal 335 Ayat 1 ke-1 KUHP, dengan tuntutan 10 bulan kurungan penjara.

“Menyatakan terdakwa Zainal Arifin tidak bersalah dan membebaskannya dengan segala tuntutan,” kata Mimi Haryani dalam persidangan.

Atas putusan ini, dilanjutkan Mimi, baik terdakwa H Zainal Arifin maupun JPU, bisa melakukan upaya hukum selanjutnya. Maka, JPU Rudolf memilih opsi pikir-pikir.

Usai dilakukannya persidangan, penasihat hukum terdakwa H Zainal Arifin, yakni Urip Burlian SH, Rozali Nur Muhamad SH dan M Yani Bahtera SH, memberikan apresiasi terhadap majelis hakim yang membebaskan kliennya dari tuntutan penuntut umum.

“Alhamdulillah, di Pengadilan Negeri Lubuklinggau ada keadilan. Ada, majelis hakim yang independen, sebab melihat fakta persidangan yang sebenarnya dengan menggunakan hati nurani,” kata Urip Burlian.

Menurut Urip, pihaknya siap menghadapi kasasi yang mungkin dilakukan JPU, atas vonis bebas (vrijspraak) yang sudah diputuskan majelis hakim PN Lubuklinggau.

“Kami siap menghadapi kasasi yang mungkin dilakukan jaksa, karena putusan vrijspraak tidak melewati banding. Tapi, upaya hukum yang bisa dilakukan hanya kasasi,” jelasnya.

Apalagi, sudah terbukti kalau perwakilan PT PHML, selaku korban, telah melakukan mediasi dengan kliennya. Hasil dari mediasi atas sengketa tanah keduanya, pihak PT PHML berjanji akan menanam sawit di luar lahan milik kliennya.

“Sebenarnya, kejadian ini akal-akalan dari oknum PT PHML untuk menguasai lahan klien kami. Sebab, unsur melawan hukum yang dilakukan tidak ada, karena omongan yang dikeluarkannya hanya melarang PT PHML menanam di lahan miliknya. Tapi, oleh oknum karyawan lahan pak Zainal ditanami, maka dianggap perbuatan tidak menyenangkan,” ungkapnya.

Memang sebelumnya, dilanjutkan Urip, tidak ada yang memeriksa dasar kepemilikan kliennya atas klaim lahan yang ditanami PT PHML. Sehingga, perkara yang terjadi seolah-olah murni perbuatan melawan hukum.

“Kalau dilihat dari asal tanah, wajar kalau klien kami menanyakan perihal penanaman di lahan miliknya. Saya kira, siapapun akan menanyakan perihal penanaman di lahan miliknya, bahkan saya kira bisa lebih parah lagi seperti yang dilakukan pak Zainal,” tegasnya.

Sementara H Zainal Abidin mengucapkan syukur atas putusan bebas yang sudah dijatuhkan majelis hakim, karena saat ini dirinya sudah bisa kembali berkumpul dengan anggota keluarganya.

“Alhamdulillah, keadilan berpihak kepada yang benar. Semoga, Allah mengampuni dosa-dosa orang-orang yang zalim,” katanya.(aku)

Rekomendasi Berita