oleh

Zaidan Sukma Dituntut Jaksa 16 Tahun Penjara

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Terdakwa kasus pembunuhan berencana, Zaidan Sukma (38) dinyatakan penuntut umum kejaksaan Negeri Lubuklinggau, Anton Sujarwo terbukti bersalah dan meyakinkan. Telah melakukan pembunuhan sebagaimana yang sudah diatur dalam Pasal 340 KUHP.

Persidangan yang dipimpin majelis hakim Andi Barkan didampingi Indra Lesmana dan Dian Triastuti. Zaidan yang didampingi penasihat hukum, Riko Saputra tampak tabah mendengar tuntutan 16 tahun penjara yang sudah dibacakan Anton Sujarwo. Pasalnya, Zaidan dinyatakan telah merencanakan pembunuhan terhadap Hendri, karyawan PT Adira Finance.

“Hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa menghilangkan nyawa orang lain. Kemudian, hal-hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatan yang sudah dilakukannya,” jelas Anton Sujarwo dalam persidangan, Kamis (2/11).

Usai penuntut umum membacakan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa melalui kuasa hukumnya, Riko Saputra untuk melakukan pembelaan atas tuntutan tersebut. Kemudian, Andi Barkan menutup persidangan dengan mengetuk palu sebanyak tiga kali, tok, tok, tok.

Setelah jalannya persidangan, Riko Saputra mengatakan kalau pihaknya hanya kan melakukan permohonan, karena Zaidan sudah mengakui semua perbuatan yang sudah dilakukannya.

“Terdakwa telah mengakui perbuatannya, jadi kita minta majelis hakim dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya,” kata Riko Saputra.

Seperti di beritakan sebelumnya, kronologis kejadian yang membuat Zaidan harus berurusan dengan penegak hukum dikarenakan pada 28 Oktober 2013, saat itu terdakwa yang sudah menunggak kredit ditagih korban.

Namun, dikarenakan tidak punya uang untuk membayarnya, maka motor korban langsung diambil korban. Tak senang dengan kejadian itu, maka terdakwa langsung pulang ke rumah dan mengambil senjata pisau guna memberi pelajaran terhadap korban, selanjutnya terdakwa langsung mendatangi kantor Adira Finance, guna memberi pelajaran terhadap korban.

Ketika melihat korban keluar kantor, terdakwa langsung menghadang dan terjadilah pertengkaran mulut antara keduanya, dan berhasil dilerai oleh Satpam yang melakukan penjagaan.

Kemudian terdakwa langsung menunggu di depan kantor, dan diamankan di dalam kantor. Tak lama kemudian, korban berencana untuk pulang makan karena sudah pukul 12.30 WIB.

Namun, di sini ia langsung didatangi terdakwa, dan tanpa bicara sedikit pun terdakwa langsung melakukan penusukan hingga mengenai rusuk sebelah kanan korban.

Merasa jiwanya terancam, maka korban mencoba untuk melakukan perlawanan dengan menangkis tiga tusukan berikutnya. Akhirnya tusukan itu hanya mengenai tangan korban.

Tapi, mungkin korban merasa darah dari badannya bercucuran, maka ia mencoba menyelamatkan diri. Dengan mencoba untuk kembali masuk dalam kantor Adira Finance.

Namun, akibat kondisi tubuhnya sudah lemah, maka korban tersungkur tepat di pintu masuk kantor. Selanjutnya korban langsung dibawa oleh rekannya ke Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Lubuklinggau, tapi malang nyawanya tidak bisa lagi di selamatkan.

Sementara terdakwa langsung pergi meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tapi, pada Kamis, 25 Mei 2017 polisi dapat info keberadaan terdakwa.

Maka sekitar pukul 21.30 WIB, Kapolsek Lubuklinggau Selatan, Iptu Aprinaldi dan tim berangkat ke Bengkalis, menuju rumah kakaknya yang beralamatkan di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, dan terdakwa diamankan tanpa perlawanan.

Perbuatan tersebut telah diatur dalam Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 353 Ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana seumur hidup. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita