oleh

Yuk Bantu BPSK Lubuklinggau Lunasi Biaya Perawatan Bocah yang Jadi Korban Perampokan

LINGGAUPOS.CO.ID – Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Lubuklinggau menjamin korban perampokan  keluar dari RS dr Sobirin Lubuklinggau, dengan total biaya Rp21.290.897. Biaya tersebut belum bisa dibayarkan karena keluarga korban tidak memiliki biaya.

Korban perampokan itu adalah DJ (14) pelajar SMP, warga Jalan Amula Rahayu Lorong Rahayu 2 RT.8 Kelurahan Marga Rahayu Kecamatan Selatan II. Ia ditusuk oleh teman pria GP (17) pelajar SMK yang berdomisili di Jalan Merbabu RT.7 Kelurahan Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur II, yang merampoknya hingga luka sembilan liang.

BACA JUGA

Ketua BPSK Lubuklinggau H Nurussulhi Nawawi menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari keluarga DJ, pihaknya tidak sanggup membayar tagihan rumah sakit sebesar Rp21.290.897. Sementara DJ sudah menjalani operasi karena lukanya parah bahkan mendekati jantung.

“Korban memiliki Kartu Indonesia Sejahtera (KIS), ternyata kartu ini tidak bisa digunakan jika untuk korban perampokan, yang kami ketahui setelah komunikasi dengan pihak BPJS Kesehatan Lubuklinggau,” ia menjelaskan, Minggu (7/6/2020).

Kondisi ini membuat keluar bingung untuk membayarnya, sementara orang tua korban adalah sopir. Meminta bantuan biaya dari keluarga tersangka juga tidak memungkinkan karena orang tuanya hanya buruh serabutan. “Keluarga tersangka hanya sanggup membantu Rp2 juta, itu pun dicicil,” jelas H Nun begitu H Nurussulhi biasa dipanggil.

Namun diakui H Nun setelah melakukan  konsultasi dengan beberapa pihak, akhirnya BPSK Lubuklinggau menjadi penjamin biaya pengobatan DJ di RS dr Sobirin. Bahkan sejak  Kamis (4/6/2020) DJ sudah pulang dan menjalani rawat jalan.

Diakui H Nun, pihaknya ada beberapa opsi untuk membayar biaya pengobatan DJ, pertama meminta rekomendasi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta. “Kami meminta rekomendasi dari LPSK, sehingga pembiayaan dapat dibebankan kepada pihak BPJS, atau Kemensos dan atau Kemenkes, sesuai rekomendasi LPSK,” jelasnya.

Opsi selanjutnya atau meminta bantuan Bidang Rehabilitasi Sosial Anak pada Dinas Sosial Kota Lubuklinggau, dan opsi terakhir jika kedua opsi itu tidak bisa dilakukan, adalah menggalang donasi masyarakat.(*)

Rekomendasi Berita