oleh

YPH-PUI Siap Dampingi Pelaku Usaha

LINGGAU POS ONLINE, TABA KOJI – Ketua Yayasan Perlindungan Hukum Pelaku Usaha Indonesia (YPH PUI) Lubuklinggau, Andika Wira Kesuma mengatakan pihaknya siap membantu pelaku usaha yang sedang mengalami kendala.

Menurut Andika sapaan akrabnya, pihaknya akan memberikan arahan kepada setiap pelaku usaha demi kepentingan dari para pelaku usaha sendiri, agar dipercaya konsumen.

“Kami akan membantu setiap permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha, terutama yang berada di Kota Lubuklinggau,” kata Andika, Minggu (19/8).

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha, agar tidak melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satunya tidak menjual barang dagangan yang sudah kadaluwarsa terancam hukuman penjara selama dua tahun, ini berdasarkan Pasal 62 ayat (1) jo. Pasal 8 ayat (1) huruf g UU Nomor 9 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kemudian, dijelaskan dalam Pasal 8 UU Nomor 9 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, para pelaku usaha juga dilarang tidak memenuhi standar sesuai dengan yang sudah dipersyaratkan. Isi tidak sesuai dengan berat bersih, mutu, takaran atau ukuran, janji, tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa yang dicantum dalam label. Selanjutnya, tidak memenuhi ketentuan produksi, termasuk tidak mencantumkan tata cara penggunaan barang di label.

Sekretaris YPH PUI, Ade Candra menjelaskan, bila ada konsumen yang protes terhadap pelaku usaha atau ada pelaku usaha yang menyalahi prosedur, YPH PUI bersedia untuk menjembatani antara keduanya. Demi terciptanya pelaku usaha yang aman dengan konsumen yang sehat.

“Prinsipnya, berdirinya YPH PUI untuk memfasilitasi antara pelaku usaha dan konsumen, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” katanya.

Bahkan, bila ada pihak-pihak tertentu yang mencoba untuk menghambat izin dari para pelaku usaha, maupun ada pelaku usaha yang nakal, YPH PUI siap untuk memberikan pendampingan. Termasuk membina pelaku usaha yang diduga merugikan konsumen, agar kedepan tidak ada lagi yang merasa dirugikan.

“Yang jelas, YPH PUI berada di tengah-tengah tidak memihak pelaku usaha maupun konsumen. Kami, hanya akan memberikan pembinaan kepada setiap pelaku usaha agar tidak merugikan konsumen, sebab itu akan merugikan diri mereka sendiri,” jelasnya. (01)

Rekomendasi Berita