oleh

Yang Beriman Wajib Belajar

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK KUPANG – Ketua STIE Musi Rawas Lubuklinggau, H Abdullah Hehamahua mengundang Staf Khusus dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti), Prof DR H Abdul Wahid Maktub untuk menjadi narasumber dalam acara temu alim ulama.

Agenda akbar tersebut diadakan Rabu (10/1) pukul 16.00 WIB di Ballroom Bagas Raya, Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Yayasan Dwi Tunggal Palembang H Sardiyo, Ketua
STIE Musi Rawas Lubuklinggau H Abdullah Hehamahua, Staf Ahli H Ibnu Amin, Koordinator Kopertis Wilayah II Prof Dr H Slamet Widodo, Moderator acara dari dosen senior Pascasarjana STIE Musi Rawas Lubuklinggau, DR Gunadi dosen Pascasarjana Musi Rawas Lubuklinggau, serta alim ulama di wilayah Lubuklinggau dan Musi Rawas.

Ketua Yayasan Dwi Tunggal Palembang, H Sardiyo menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam kegiatan temu alim ulama ini.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena acara ini dapat terlaksana dengan baik, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional kita, para alim ulama di Musi Rawas dan Lubuklinggau. Sehingga kita mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kita semua,” kata Sardiyo.

Menurut Sardiyo, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk menjalin tali silaturahmi antar umat muslim, kemudian untuk menciptakan masyarakat yang madani, mandiri dan sejahtera.

Dalam materi yang disampaikan oleh Staf Khusus Kemenristek Dikti, DR H Abdul Wahid Maktub bahwa saat ini masyarakat dituntut untuk menaklukkan zaman, karena saat ini kemajuan zaman membuat semua pekerjaannya menjadi instan. Contohnya saja ada perubahan dalam pelayanan secara online. Di mana semua bentuk yang dibutuhkan bisa dilakukan secara online.

Sehingga, kalau masyarakat semua tidak bisa menyikapi dan menaklukkan zaman tersebut, maka akan ketertinggalan. Nah, salah satu cara, menurut Abdul Wahid Maktub untuk menaklukkan zaman tersebut dengan memiliki ilmu yang banyak.

“Dulu ketika saya kuliah di Universitas Gajah Mada, naik sepeda. Mana ada perempuan yang mau sama saya. Tapi semua itu berubah ketika saya ditetapkan sebagai mahasiswa yang berprestasi, kemudian menjadi asisten dosen, semua wanita ingin sama saya. Ini membuktikan, kalau ilmu itu sangat berpengaruh sekali,” tuturnya,

Kemudian, lanjut Abdul Wahid Maktub, agama Islam itu sangat luar biasa. Namun, saat ini umat Islam masih kurang paham dalam pengalaman-pengalaman yang diajarkan dalam agama Islam.

“Memang umat Islam besar, tapi banyak yang tidak ada isinya. Karena, banyak amalan agama yang belum dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Kopertais, Prof DR H Slamet Widodo menyampaikan materi tentang kegiatan-kegiatan positif keagamaan yang harus dilaksanakan secara kontinu.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena ini bisa dikatakan kegiatan yang berskala nasional Karena sudah menghadirkan narasumber dari pemerintah Pusat. Nah kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan, supaya bisa menjadi wadah bagi kita semua untuk bertukar ilmu,”ucapnya.

Bahkan, dalam waktu dekat Slamet berencana untuk mengumpulkan seluruh alim ulama dari pondok pesantren di wilayahnya bekerja.

“Kesempatan yang sangat baik ini harus dimanfaatkan dengan baik, karena di sini kita bisa sharing tentang perkembangan dalam dunia islam saat ini,” imbuhnya.

Ketua sekaligus Direktur Pascsarjana STIE Musi Rawas Lubuklinggau, DR H Abdullah Hehamahua menyampaikan materi tentang ulama yang dituntut untuk berintelektual tinggi.

“Perintah yang paling utama di dalam Alquran itu adalah belajar, dan orang-orang yang beriman harus banyak belajar dan menguasai ilmu,” jelas Abdullah.

Kemudian, yang paling penting tugas dari seorang alim ulama adalah memperbaiki penguasa dari tindakan yang semena-mena.

“Kalau penguasanya rusak maka yang paling berdosa pertama kali adalah alim ulama, karena alim ulama tersebut tidak bisa memperbaiki para penguasa,”tegasnya.

Acara ini juga membuka sesion tanya jawab dengan para alim ulama dari Lubuklinggau dan Musi Rawas. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita