oleh

Wujudkan Lubuklinggau Kota Sehat

LUBUKLINGGAU bakal menjadi kota bersih dan sehat, untuk mewujudkan hal tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan berbagai program baik dibidang lingkungan maupun kesehatan.

Seperti, Kamis (31/1) diadakan rapat Pembahasan Tatanan Penyelenggaraan Kota Sehat digelar di Op Room Moneng Sepati Komplek Perkantoran Pemkot Lubuklinggau Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (31/1).

Suasana rapat pembahasan tatanan penyelenggaraan kota sehat digelar di Op Room Moneng Sepati Komplek Perkantoran Pemkot Lubuklinggau Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (31/1).

Acara dipimpin oleh Sekda Kota Lubuklinggau H A Rahman Sani, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Fery Fahrizal, serta Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau, Idris.

H Rahman Sani menjelaskan, kegiatan seperti ini merupakan awal persiapan dari penilaian menjadi kota bersih dan sehat. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk berkontribusi dalam penilaian ini, serta menyerahkan sejumlah dokumen yang bersangkutan dengan penilaian kota bersih. Penyerahan terakhir dokumen yakni pada 31 Maret 2019. Maka ditargetkan akhir Februari mendatang dokumen sudah siap untuk diserahkan.

Peserta rapat pembahasan tatanan penyelenggaraan kota sehat digelar di Op Room Moneng Sepati Komplek Perkantoran Pemkot Lubuklinggau Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (31/1).

Dijelaskannya, hasil kerja dibuktikan dengan dokumen verifikasi. Ditambah dengan SK mengenai kegiatan dua tahun terakhir (2017-2018).

“Kita juga mempersiapkan kota sehat melengkapi dokumen, sambil membenahi kondisi di lapangan. Karena Tim tentunya akan langsung melihat kelapangan,” jelasnya.

Sementara, Kabid Kesmas Dinkes Provinsi Sumsel, Fery memaparkan sejumlah kriteria dan indikator penilaian. Diantaranya, jika angka kematian bayi bawah 23 anak, maka nilainya 100. Kemudian mencakup laporan mengenai berbagai penyakit seperti diare dan HIV/AIDS yang jumlahnya menurun. Kemudian juga penilaian mencakup kebersihan air minum, imunisasi dasar lengkap, dan meningkatnya angka harapan hidup. (nia/rls)

Rekomendasi Berita