oleh

WP Tolak Pakai Tapping Box

LUBUKLINGGAU – Sebagian besar Wajib Pajak (WP) hotel, restoran, dan parkir menolak memasang tapping box yang akan dipasang Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Lubuklinggau. Untuk tahap awal sedikitnya 50 WP yang bakal dipasang tapping box.

BKD Kota Lubuklinggau saat ini tengah melakukan pendataan WP, dengan mengambil WP potensial. Tapping box ini bantuan Bank SumselBabel Cabang Lubuklinggau. Bank SumselBabel Cabang Lubuklinggau membantu memasang 350 tapping box.

Kepala BKD Kota Lubuklinggau, Imam Senen didampingi Kabid PAD, Wawan kepada wartawan, Kamis (10/1) mengatakan tapping box ini fungsinya mencatat pendapatan WP secara terperinci. Sehingga tidak ada lagi WP yang berbohong terkait omzet setiap bulannya.

“Makanya banyak WP yang menolak dipasang tapping box,” kata Wawan.

Ditambahkan Wawan, tapping box bisa dipasang pada hotel, restoran, maupun tempat hiburan dengan kasir sistem modern bukan manual. Padahal, ada beberapa rumah makan saat ini masih menggunakan sistem kasir manual.

BKD Kota Lubuklinggau kembali akan berkoordinasi dengan Bank SumselBabel Cabang Lubuklinggau, apakah perlu dibantu perubahan sistem kasir dengan cara modern minimal menggunakan cash printer. Kedepan Pemkot Lubuklinggau akan membuat payung hukum terkait kewajiban pelaku usaha menggunakan tapping box.

Dalam Peraturan Walikota (Perwal) Kota Lubuklinggau nantinya akan diatur regulasi sanksi bagi WP yang menolak.

“Kami akan sosialisasi terlebih dahulu, dilanjutkan pembahasan Perwal,” tegas Wawan.

Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya mengatakan tapping box berfungsi untuk memaksimalkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kota Lubuklinggau. Pemkot Lubuklinggau harus tegas, salah satunya dengan membuat ketetapan hukum agar WP mau menggunakan tapping box.

“Jika perlu sanksinya dicabut izin kalau menolak memasang tapping box,” tegas Rodi Wijaya.(nia)

Rekomendasi Berita