oleh

WNA Kedapatan Bawa Obat Ilegal

Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Zulkarnain
“Peredaran obat-obatan tanpa izin ini, diduga melanggar UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jika obat-obatan ini dibiarkan beredar, bisa saja membahayakan…”

Diringkus di Bandara Silampari

LUBUKLINGGAU – Petugas Polres Lubuklinggau, Selasa (15/1) mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) Cina, Peng Changfu (50). Itu dilakukan di Bandara Silampari, saat Peng Changfu kedapatan membawa ribuan butir obat dan alat kesehatan diduga ilegal.

Informasi diterima Linggau Pos, Peng Changfu hendak melakukan perjalanan dari Lubuklinggau ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air.

Namun saat pemeriksaan di Bandara Silampari, petugas bandara menemukan obat-obatan yang mencurigakan dan tidak dilengkapi dokumen. Kemudian temuan ini disampaikan ke Polres Lubuklinggau, sehingga petugas Unit Pidsus langsung mengamankan Peng Changfu ke Mapolres Lubuklinggau.

Kepala Bendara Silampari, Rudi Pitoyo membenarkan petugasnya menemukan salah satu orang penumpang Batik Air diduga membawa obat terlarang (tanpa dokumen).

“Penemuan itu, saat proses pemeriksaan barang menuju bagasi pesawat dengan tujuan terbang Lubuklinggau ke Jakarta. Saya kurang tahu juga, itu WNA atau bukan,” kata Rudi Pitoyo.

Menurutnya, setelah petugas menemukan barang tersebut dan langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan.

Terpisah Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Wakapolres Kompol Zulkarnain, dalam pers rilis mengatakan obat yang dibawa Peng Changfu tersebut tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), terkait masalah kriteria penggunaan obat, peredaran obat, uji edar dan sebagainya.

Menurut Wakapolres, peredaran obat-obatan tanpa izin ini, diduga melanggar Undang-Undang (UU) No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jika obat-obatan ini dibiarkan beredar, bisa saja membahayakan.

Ia juga menjelaskan, karena izin Peng Changfu adalah visa kunjungan bukan visa bekerja, maka yang bersangkutan diserahkan ke Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

“Setahu saya tidak boleh orang izin sebagai pengunjung berdagang apalagi sampai mengobati. Makanya kami serahkan ke Imigrasi,” tegasnya.

Sementara mengenai obat-obatan yang diamankan, Polres perlu proses dari saksi, yakni Badan Pengawas Obat (BPOM).

“Ya kalau memang ada tindak pidananya, sesuai dengan pidana UU Kesehatan akan diproses. Kalau memang tidak ada, akan dimusnahkan saja karena dianggap membahayakan,” tegasnya.

Terpisah Kanit Pidsus, Iptu Nyoman mengatakan, berdasarkan pemeriksaan terhadap Peng Changfu, ia datang ke Lubuklinggau dari Jakarta pada Sabtu (5/1).

“Pengakuan Peng Changfu, ia sudah beberapa tahun di Indonesia. Kerjanya memang berjualan obat. Khusus di Lubuklinggau ia berjualan berkeliling, selama ini ngekost,” tambahnya.

Peng Changfu menurut Iptu Nyoman juga mengaku, saat membawa obat-obatan ini, beberapa kali diperiksa di bandara. Namun biasanya diperiksa sebentar, kemudian dipersilakan melanjutkan perjalanan.

“Baru di Lubuklinggau inilah, dia diamankan di Bandara kemudian dibawa ke Polres,” tambah Nyoman, sambil menjelaskan Peng Changfu mengaku lebih senang menetap di Indonesia daripada di Tionghoa, karena lebih nyaman.

Terpisah Kepala UKK Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim di Mura, Radian Hilman mengatakan, WNA ini, langsung dibawa ke Muara Enim untuk diproses.

“Setelah diserahkan dari Polres Lubuklinggau, selanjutnya kami serahkan ke Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim untuk diproses,” kata Radian Hilman. (end/dlt)

Berita Terkait : Tidak Terdaftar di BPOM RI

Rekomendasi Berita