oleh

Wisatawan Butuh Jaminan Keamanan

LINGGAU POS.CO.ID Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Musi Rawas (Mura) tahun 2020 ini akan mengelola retribusi 10 objek wisata di Kabupaten Mura.

Adapun objek wisata, yang akan ditarik retribusinya itu, yakni Danau Gegas, Curug Tinggi, Bukit Cogong, Curug Panjang, Sri Pengantin, Danau Tingkip dan Air Terjun Satan.

Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti meminta kepada masyarakat untuk menjaga keamanan di jalur wisata tersebut. Sehingga tidak memberikan kesan buruk dan mampu menarik wisatawan untuk datang, yang akan berdampak dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, karena PAD dari sektor pariwisata sudah cukup menjanjikan.

Jadi, bila terjadi tindak kriminal di lokasi atau jalur menuju objek wisata yang dimaksud. Jelas, akan mengurangi minat wisatawan lokal, maupun regional atau bahkan nasional dan internasional untuk berkunjung ke objek wisata tersebut. Mengingat, beberapa objek wisata yang akan dikelola tersebut, jauh dari pemukiman masyarakat.

Menurutnya, Pemkab Mura juga akan menggandeng investor untuk menanamkan modalnya di areal objek wisata. Karena, masih minimnya sarana dan prasarana pendukung, menjadi salah satu indikator kurangnya minat masyarakat untuk berwisata ke objek wisata yang dimaksud.

Terlebih, berdasarkan kajian sudah ada beberapa objek wisata yang sudah menarik minat wisatawan lokal maupun regional untuk berwisata di wilayah Kabupaten Mura, mulai dari Danau Aur, Danau Gegas hingga Curug Panjang, yang namanya sudah dikenal karena memiliki keunikan tersendiri, bila dibandingkan dengan lokasi wisata lainnya.

“Semoga, sektor pariwisata kita bisa dikelola dengan maksimal, yang nantinya akan berguna untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Eka warga Kota Lubuklinggau yang kerap berwisata ke objek wisata yang ada di wilayah Kabupaten Mura menjelaskan, selain sarana dan prasarana faktor keamanan jadi hal yang penting.

Menurut Eka, keamanan di sini bukan hanya keamanan ketika berada di objek wisata saja, tapi juga keamanan diakses menuju objek wisata tersebut. “Seperti ke objek wisata yang ada di Curup, kita tidak berani kalau berwisata di hari biasa. Akibat, sering terjadinya tindak kejahatan di jalan. Jadi, keamanan merupakan hal yang penting,” katanya.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul “Wisatawan Butuh Jaminan Keamanan”

Rekomendasi Berita