oleh

Wisata Berujung Maut

Bus Pelajar Terguling

CURUP – Tikungan tiga beradik Jalan Lintas Lubuklinggau-Curup di Dusun III, Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong menelan korban jiwa. Minggu (20/1) sekitar pukul 09.00 WIB, sebuah bus sekolah Nomor Polisi (Nopol) BG 7325 GZ milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) terguling ke bahu kanan jalan. Bus berpenampang 30 orang warga berangkat dari Desa K Kalibening Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura sekitar pukul 07.15 WIB itu semula berniat ingin berwisata ke beberapa tempat di wilayah Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong. Insiden ini menyebabkan satu penumpang meninggal dunia atas nama Supartini (60) warga RT 2, Kelurahan Siring Agung mengalami luka remuk paha kiri dan tangan kiri.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Lantas, AKP Henry Nainggolan dikonfirmasi membenarkan terjadi kecelakaan menyebabkan satu orang meninggal dan beberapa diantaranya mengalami luka berat dan ringan.

“Kecelakaan diduga karena out control (luar kendali),” tegas Henry.

Dikatakan Henry, selain korban meninggal, sejumlah penumpang juga mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Curup serta klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Korban kecelakaan yang mengalami luka berat diantaranya Miswan (48) warga Desa K Kalibening mengalami luka lebam dan patah tangan kanan. Selanjutnya Awaludin (65) pensiunan guru, warga Desa K Kalibening mengalami luka robek di bagian kepala kanan atas dan patah tangan kanan.

“Untuk yang luka ringan Natim (64) Suciati (43), Meri (16) pelajar, Eli Rosida (16) Ida (22) kesemuanya warga K Kalibening. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp20.000.000,” papar Henry.

Kronologis kejadian bermula, bus melaju dari arah Lubuklinggau menuju Curup. Saat tiba di tikungan tiga beradik Dusun III, Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong lepas kendali. Mobil bus tersebut terguling dan terseret ke sisi kanan jalan.

Warga yang mengetahui kejadian langsung membantu mengevakuasi para penumpang bus dalam kondisi miring.

“Kita masih memeriksa sejumlah saksi dan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui persis peristiwa tersebut,” tegas Henry.

Terpisah, Kades K Kalibening Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Mura, Sadino ditemui di RSUD Curup menjelaskan, penumpang kendaraan bus yang mengalami kecelakaan merupakan kelompok pengajian berasal dari desanya. Rencananya mereka akan berwisata ke Kaba Wetan (Kabupaten Kepahiang), Suban Air Panas dan Danau Mas (Curup).

“Kita ambil jalur yang jauh dulu dari Kaba Wetan (Kabupaten Kepahiang),” tutur Sadino.

EVAKUASI: Warga mengevakuasi salah seorang korban kecelakaan Bus Pelajar mengankut kelompok pengajian, Minggu (20/1) ke mobil ambulance.

Dijelaskan Sadino, kelompok pengajian yang berjumlah lebih kurang 85 orang itu terbagi dalam tiga bus milik Pemda Mura. Mereka berangkat beriringan dari Desa K Kalibening Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Mura sekitar pukul 07.15 WIB. Bus yang mengalami kecelakaan berjalan di belakang, sementara dua bus lainnya melaju di depan.

“Rombongan ini mau jalan-jalan. Karena itu warga saya, saya ikut mengiring pakai kendaraan lain,” jelasnya.

Saat peristiwa kecelakaan terjadi, Sadino tidak mengetahui persis. Sebab tiga iring-iringan kendaraan tersebut, dua diantaranya berada di depan. Dengan tergulingnya bus terakhir, dua bus lainnya kemudian mengurungkan untuk meneruskan perjalanan. Sadino membenarkan penumpang yang meninggal merupakan warga Siring Agung yang kebetulan ikut keluarganya dalam rombongan bus tersebut.

“Saya ngiring yang dua bus di depan, kemudian di tengah jalan saya dikabari kalau bus yang terakhir terguling, makanya kami kembali lagi,” cerita Sadino.

Natim, salah seorang penumpang yang mengalami patah tangan dan dirawat di RSUD Curup menceritakan, kejadian kecelakaan begitu cepat. Sebelum terguling banyak penumpang terutama di kursi belakang berteriak.

“Kebetulan saya duduk di dekat sopir, saya juga kaget tiba-tiba mobil masuk siring dan terguling. Banyak warga sekitar yang menolong mengangkat,” ceritanya.

Ia juga mendapat informasi, jika korban yang meninggal tepat duduk di belakang sopir dan terpental keluar bus sebelum terguling. Sebelum kecelakaan, iring-iringan kendaraan sempat berhenti lantaran ada penumpang yang mau buang air kecil.

“Tadi memang sempat istirahat, tadi juga untung keluarga saya pindah ke bus lain karena rewel,” cerita Natim.

Sunardi (33) warga setempat yang mengaku melihat kejadian mengatakan, bus saat keluar dari tikungan terlihat memang sudah oleng. Kemudian langsung mengarah ke kanan jalan dan terbalik di sisi kanan jalan dari arah Lubuklinggau. Beruntung saat itu, di depan bus dan dari arah berlawanan tidak ada kendaraan melintas.

“Saya tadi lihat betul, mobil dari atas (dari arah Linggau, red) sudah terlihat oleng dan tiba-tiba ke arah kanan jalan dan selanjutnya keluar jalur hingga terbalik. Kalau tidak ada pohon Alpukat, mungkin bisa saja bus menabrak rumah warga. Untung tadi tidak ada kendaraan lain yang melintas,” terang Sunardi.

Sementara itu, data berhasil dihimpun di lapangan, lokasi kecelakaan berada di tikungan tiga beradik Desa Suban Ayam. Tepatnya di tikungan pertama dari arah Lubuklinggau menuju Curup.

Di lokasi kecelakaan, mobil bus masuk ke drainase sebelah kanan dari arah Lubuklinggau hingga menabrak sebuah baliho kayu. Kemudian menabrak batang pohon Sirsak hingga roboh dan langsung terguling di depan rumah warga.

Korban meninggal dunia dikabarkan saat bus belum terguling terpental keluar dan terkena material batu siring. Korban mengalami luka di bagian badan, kaki dan tangan.

Sedangkan untuk mobil, berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.15 WIB dan langsung dibawa ke Polres Rejang Lebong. Sejumlah korban luka dirawat di RSUD Curup sebagian sudah pulang dengan dijemput keluarga, dan korban meninggal dunia dan luka berat dibawa ke Lubuklinggau dan Mura.

Direktur Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Kota Lubuklinggau, Mast Idris melalui seorang perawat Unit Gawat Darurat (UGD), Dede mengatakan sampai kemarin pukul 16.00 WIB pihaknya baru menerima satu orang korban atas nama Maspupa (40) warga Desa K Kalibening, Kecamatan Tugumulyo yang berobat. Maspupa salah seorang korban dalam Lakalantas bus di tikungan tiga beradik Desa Suban Ayam.

“Korban hanya luka ringan saja, sehingga tidak rawat inap. Jadi rawat jalan saja,” kata Dede.

Menurutnya, dimungkinkan hingga sore atau malam nanti dari korban kecelakaan di Curup tersebut berdatangan ke RSSA untuk dilakukan pengobatan. Berdasar informasi dihimpun Linggau Pos tadi malam, seorang korban Lakalantas bernama Awaludin juga dibawa untuk dirawat inap di RSSA.

“Kalau saat ini (siang kemarin) hanya satu orang yang masuk, entah atau malam nanti kita belum tahu akan bertambah,” ucapnya. (dlt/sam/rb)

Berita Terkait : Hasil Tes Urine Sopir Positif

Rekomendasi Berita