oleh

Wilayah Terdampak Bencana Belum Jadi Prioritas KPU

JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan pasca terjadinya bencana di sejumlah daerah di Indonesia, pihaknya tidak menjadikan daerah tersebut menjadi prioritas.

Pasalnya, Lanjut Ubaid menjelaskan, daerah yang terdampak bencana dinilai masih berada di bagian Indonesia tengah dan barat dimana semuanya masih terjangkau oleh transportasi.

“Prioritas utama KPU tetap wilayah yang sulit dijangkau. Baik dari segi wilayah maupun transportasi. Misalnya saja Kabupaten Jaya Wijaya, butuh waktu yang cukup lama agar logistik pemilu bisa sampai di tempat tersebut. Ada juga wilayah terpencil yang mengharuskan pengiriman menggunakan perahu,” kata Ubaid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/1).

Terkait wilayah terdampak bencana seperti Sukabumi, Banten, dan Lampung dari sisi jarak cukup dekat dengan Jakarta. Sehingga lanjut Ubaid menuturkan pihaknya hanya melakukan pendataan ulang saja.

“Karenanya,wilayah yang terdampak bencana tetap akan dikirim belakangan. Sambil menunggu pendataan ulang,” tandasnya.

Sementara itu, hal senada disampaikan oleh Komisoner KPU Viryan Azis mengatakan dalam manajemen logistik, pihaknya perlu memilah wilayah secara tepat. Beberapa daerah yang terdampak bencana, kaitannya kepada potensi wilayah yang mengalami perubahan hak pemilih.

“Kami tetap fokus kepata wilayah 3T, yakni terluar, terpencil, dan terisolir. Itu yang menjadi prioitas utama,” tegasnya.

Sebelumnya,Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan jika pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap untuk wilayah yang terdampak bencana akan dimulai pada pekan ini. Daerah yang terdampak bencana diharapkan bisa mendata ulang datar pemilih tetap yang bisa mengikuti pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Ia mengatakan, untuk wilayah yang terdampak bencana, hunian sementara akan diprediksi rampung pada akhir Januari. Sehingga para pengungsi bisa lebih terdata.

“Saya yakin semuanya bisa selesai teapt waktu. Sebelum 17 April semuanya sudah rampung, baik data maupun logistik” tutupnya. (khf/fin)

Rekomendasi Berita