oleh

Wereng dan Tikus Jadi Ancaman Serius

LINGGAU POS ONLINE, TUGUMULYO – Panen padi di Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) tahun 2017 belum maksimal. Lantaran serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menurun.

Kendati mengalami penurunan tahun 2018 ini, serangan OPT diprediksi akan tetap terjadi. Terutama hama wereng dan tikus yang menjadi ancaman serius sawah milik petani.

Kardi (45) seorang petani padi di Kecamatan Tugumulyo, mengatakan hal yang membuat dirinya khawatir saat musim tanam. Yakni maraknya hama yang menyerang padi miliknya.

Kardi menyatakan mengatasi hama membuat petani harus rajin menaburkan pestisida. Atau menanam tumbuhan berbunga untuk menarik perhatian hama.

“Kalau menjadi gagal panen itu sudah biasa bagi kami para petani, karena sudah 10 tahun menjadi petani ini. Tetapi jika tidak rajin merawatnya, maka akan rugi terus,” kata Kardi, Jumat (29/6).

Kardi berharap pada musim tanam sekarang ini hama padi berkurang. Agar petani bisa mendapatkan hasil panen yang banyak.

Sekedar diketahui, Kecamatan Tugumulyo terkenal dengan hasil taninya dengan banyaknya sawah irigasi di sana. Di mana hasil panen diperkirakan 8 ton hingga 8,5 ton per hektarenya. Jenis padi yang ditanam petani berupa padi Inpari dan Mikongga.

Secara terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mura, Pendi Afandi mengatakan bahwa kendati ada serangan OPT pada 2017 lalu, tapi hal itu masih bisa dikendalikan.

Tapi ia mengakui serangan hama saat itu masih cukup tinggi. Yaitu hama penggerek batang menyerang 306,55 Ha, wereng batang coklat 11,75 Ha, tikus 237,75, ulat grayak 38,25 Ha, walang sangit 150,5 Ha, kepinding tanah 106,25 Ha, keong emas 91,55 Ha, tungro 6,50 Ha, blast 129 Ha, bercak coklat 55,55 Ha, dan resek 66 Ha.

“Masa tanam 2017-2018 kewaspadaan petani perlu ditingkatkan . Khususnya terhadap kemungkinan serangan hama wereng, tikus, penggerek batang, ulat grayak, blast, dan Tungro,” jelas Pendi.

Masih dikatakan Pendi, tahun ini dari perkiraan pihaknya hama yang masih mendominasi berupa hama wereng dan tikus. Oleh sebab itu, ia meminta petani harus siaga. Agar pengendalian hama wereng dapat diusahakan dengan pengolahan tanah secara sempurna. Dalam satu kawasan dua minggu sebelum tanam.

“Bisa juga dengan penggunaan benih sehat, pengaturan jarak tanam, pengelolaan tanah dan air, pemupukan berimbang. Hal paling penting pelestarian musuh alami dengan penanaman refugia (Pertanaman beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumber daya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid, red) di pematang sawah, kombinasi tanaman kedelai, jagung dan tanaman lain,” jelas Pendi.

Ditanya pencegahan serangan hama tikus, dapat  dilakukan membersihkan semak-semak dan rerumputan,  membongkar liang dan sarang serta tempat perlindungan tikus.

“Bisa juga dengan penggunaan bahan kimia menggunakan rodentisida, dan jenis lainnya. Serta pengemposan dengan asap belerang setiap lubang aktif,” Imbau Pendi. (04)

Rekomendasi Berita