oleh

Webinar Gerakan Literasi Digital, Menggelobal di Era Digital

LINGGAUPOS.CO.ID – Webinar Gerakan Literasi Digital dengan tema Menggelobal di Era Digital, Senin (7/6/2021) dilaksanakan dengan peserta dari Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Program Kementerian Komunikasi Informasi (Kominfo) ini, mendatangkan narasumber Direktur Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia Dr Ir Kuncoro Pinardi M.Sc, Rektor Universitas Musi Rawas (Unmura) Prof Dr Ir Andy Mulyana M.Sc.

Kemudian Bagus Rully Muttaqiem ST (Vice Presiden Coperate Communications at PT Dua Empat Tujuh / Solusi 247), Kepala Diskominfo Musi Rawas M Rozak. Juga ada Fanie Maulida selaku Social Network Marketer.

Webinar dengan host Kartika Sari dan Keynote Speech Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud berjalan dengan penuh dinamis. Dimana para peserta banyak menanyakan berbagai hal, termasuk cara berjualan yang aman di media sosial dan lainnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Musi Rawas M Rozak  dalam meterinya mengatakan Komunikasi Digital mestinya tetap mempertahankan budaya (Culture) sebagai nilai luhur bangsa kita dengan mencerminkan nilai Pancasila maupun Bhinneka Tunggal Ika.

M Rozak juga menyampaikan bahwa dalam berkomunikasi digital, etika komunikasi tetap diterapkan. Kita harus ingat bahwa “tulisan” adalah perwakilan dari kita. Yang diajak berkomunikasi adalah manusia, harus bisa mengendalikan emosi dan tetap santun.

Kemudian, menggunakan tulisan dan bahasa yang jelas serta tetap menghargai privasi orang lain. Selanjutnya, menyadari posisi kita dan tidak memancing perselisihan.

“Dalam komunikasi digital jangan sampai kita melanggar etika apalagi berkaitan dengan pelanggaran hukum. Pelanggaran etika komunikasi digital, seperti di sosial media, maka akan berdampak negatif dalam kehidupan kita,” katanya.

Banyak kita dengar info, karena sering mengeluh di sosial media Facebook, seseorang itu bisà dipecat dari pekerjaannya. Karena bisa jadi keluhan itu melanggar aturan dan ketentuan diperusahaan orang tersebut. Bukan itu saja, banyak kejadian karena buruk dalam komunikasi di sosial media berujung ke proses hukum,” ungkap M Rozak dihadapan 983 peserta secara virtual.

M Rozak melanjutkan, ada bahaya tersembunyi dalam Sosial Media jika kita tanpa memperhatikan Etika, diantaranya : Kekerasan dan Pelecehan melalui internet/ Sosial Media. Informasi tidak benar di internet (hoax). Kemudian Pornografi, Perjudian termasuk kejahatan penculikan dengan kenalan di sosial media

“Sebagai antisipasi bahaya sosial media hendaknya kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, waspada orang baru dikenal, batasi waktu akses sosmed, tidak lupa bersosialiasi di kehidupan nyata, berbahasa sopan dan santun dan jangan memberikan informasi pribadi,” papar M Rozak didampingi Kabid Statistik dan Persandian, Sefri Nugroho di Ruang Kepala Diskominfo Musi Rawas.

Menjelaskan mengenai berita hoax, M Rozak menyampaikan bahwa itu berita palsu yang sengaja dibuat untuk menyamarkan supaya dianggap kebenaran. Berdasarkan Survei MASTEL hoax mèlalui sosial media mendominasi hingga 92,40% (2017) dan 87,50% (2019).

“Cara mengetahui hoax atau tidak suatu informasi dengan cek alamat url, cek situs, cek dengan media lainnya, gunakan fact-cheking, siapa penulis dan narasumbernya, beritanya membuatmu marah? dan bagaimana penulisannya?,” ungkapnya.

Webinar Kominfo ini adalah bagian dari rangkaian Webinar yang di selenggarakan di beberapa wilayah di Indonesia yang sudah dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo.(*)

Rekomendasi Berita