oleh

Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Sumsel

-Sumsel-1.853 dibaca

LINGGAUPOS.CO.ID – BMKG mengimbau kepada masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada, terkait ancaman bencana akibat hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Sumsel selama sepekan mendatang.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji dalam rilisnya menjelaskan, secara regional masih aktifnya Angin Muson Cina Selatan (Muson Barat) yang sarat uap air dan melalui wilayah Indonesia pada umumnya dan wilayah Sumsel pada khususnya.

“Mengakibat peningkatan curah hujan dan adanya potensi hujan disertai petir dan angin yang umumnya terjadi pada siang-sore hari sedangkan potensi hujan ringan-sedang yang berlangsung lama (kontinyu) apabila terjadi pada malam-dini hari,” jelasnya.

Secara lokal, permukaan Sumsel yang umumnya berkarakteristik rawa dan sungai menjadi penyuplai uap air dan adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia (Belahan Bumi Selatan) dan adanya ITCZ (Inter Tropical Convergence Zone)/DKAT(Daerah Konvergensi Antar Tropik) di wilayah Indonesia bagian Selatan dan Australia bagian Utara menyebabkan adanya belokan (Trough) dan pertemuan massa udara (Konvergensi) di wilayah Sumsel yang menuju DKAT tersebut yang meningkatkan suplai uap air untuk pertumbuhan awan konvektif (awan hujan akibat pemanasan matahari).

Sedangkan pada wilayah Sumsel bagian Barat (Dataran Tinggi Bukit Barisan) Angin Lembah yang terjadi mendapat pasokan uap air dari Samudera Hindia dan Angin Muson yang meningkatkan pertumbuhan awan Orografik (awan hujan akibat ketinggian permukaan).

“Berdasarkan Kondisi Regional dan Lokal ini akan menyebabkan peningkatan dan kontinyuitas (terus menerus) Curah Hujan di wilayah Sumsel bagian barat yakni pada wilayah dataran tinggi (Bukit Barisan) yang akan berdampak potensi adanya Bencana Hidrometeorologi (genangan/banjir, banjir bandang dan tanah longsor) di Sumsel,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara umum kondisi Hujan disertai petir dan angin di wilayah Sumsel akan berpotensi meningkat pada tanggal 17-19 Februari 2020 dan berpotensi ekstrim, akan menurun pada 19-22 Februari 2020 dan kembali meningkat 22-24 Februari 2020 .

“Secara khusus hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumsel akan berpotensi tetap terjadi selama Musim Hujan dan adanya potensi Kabut Radiasi pada dini-pagi hari yang dapat mengurangi jarak pandang,” Bambang mengatakan.

“Kami menghimbau masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada dan update informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG dan melakukan tindakan preventif meminimalisasi dampak bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi Berita