oleh

Waspada Travel Umrah Abal-abal

Modus Tawarkan Harga Murah

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Biro perjalanan umrah dan haji, Abu Tours kini sedang dilanda kemelut. Sebanyak 16.467 calon jamaah umrah dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini tertunda pemberangkatannya ke Tanah Suci.

Belum lagi dari Sumatera Selatan berdasarkan data dari Kantor Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) Kementerian Agama (Kemenag), ada 1.660 calon jemaah juga nasibnya kini terkatung-katung.

Padahal, mereka calon jamaah yang telah membayar ongkos naik umrah senilai Rp 15 hingga Rp 16 juta beberapa bulan dan beberapa tahun lalu.
Ongkos yang dibayar tersebut merupakan nominal dari paket promo yang ditawarkan perusahaan asal Makassar, Sulawesi Selatan ini.
Dari belasan ribu calon jamaah yang telah menyetor, entah berapa miliar rupiah uang jamaah kini menumpuk di rekening Abu Tours.

Manajemen Abu Tours melalui Chief Executive Officer Abu Tours Travel, Hamzah Mamba saat menanggapi kemelut ini mengatakan, pihaknya tetap memiliki komitmen memberangkatkan seluruh calon jamaah yang telah melunasi pembayarannya.

Dia juga mengeluarkan maklumat kepada calon jamaah.

Dalam maklumat tersebut, calon jamaah yang belum jelas nasibnya malah diminta lagi menambah pembayarannya plus diminta mengajak calon jamaah baru.

Lebih mengejutkan, Berdasar data Ditjen penyelenggaraan haji dan umrah Kementerian Agama, sejak Desember 2015 hingga Maret 2016, tercatat ada 10.772 calon jemaah yang gagal ke Tanah Suci akibat biro travel umrah bertarif murah. Para biro maupun agen cuma mencari keuntungan dengan menghimpun dana dari calon jamaah umrah, tetapi uangnya dipakai buat berinvestasi di tempat lain.

Padahal praktek tersebut bisa dikategorikan sebagai penipuan, penggelapan, dan pencucian uang calon jemaah umrah.

Pasca terungkapnya penipuan haji dan umrah yang dilakukan manajemen First Travel, PT SBL, dan Abu Tour, hal ini cukup mempengaruhi para calon jemaah umrah dari Kota Lubuklinggau. Dan menjadi perhatian serius Kemenag Kota Lubuklinggau.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kota Lubuklinggau, H Hasbi Saidina Ali mengatakan kebijakan Kemenag RI melalui Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus 2018 harga standar minimal umrah Rp 20 juta serta adanya penetapan pajak progresif 5 persen oleh pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia. Jadi, kalau ada yang menawarkan harga di bawah itu, patut diwaspadai.

Meski begitu, H Hasbi Saidina Ali menjelaskan untuk laporan masyarakat yang jadi korban travel umrah ke Kemenag Kota Lubuklinggau belum ada. Namun pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat.

“Belum ada yang melapor, kalau kasus First Travel kabarnya memang ada calon jemaah dari Kota Lubuklinggau tapi sudah ada jalan keluar dari pihak agen yang di Lubuklinggau. Kalau yang terbaru belum terdengar, ” ungkap Hasbi.

Menurut Hasbi, sebagian besar travel haji dan umrah di Kota Lubuklinggau ini kantor cabang atau unit.

“Meskipun di sini hanya kantor cabang atau unit mereka wajib untuk melapor ke Kemenag, tapi kenyataannya banyak yang tidak melapor, ” ungkap Hasbi.

Hasbi menghimbau masyarakat Kota Lubuklinggau untuk selektif dalam memilih travel haji dan umrah. Jangan mudah tergiur dengan promo murah, sebelum memastikan izin usaha, testimoni, hotel selama menjalankan ibadah, termasuk jarak hotel, jadwal keberangkatan, termasuk masalah dokumen baik paspor maupun visa.

Sementara itu, seorang Branch Manager Travel Umrah Joko mengungkapkan, bisa jadi ada juga korban Abu Tour di Lubuklinggau.

“Namun, sebagaimana yang kasus First Travel, mereka (korban,red) memilih diam. Nah, kadang yang memang masih punya semangat untuk tetap ibadah, mereka banyak juga yang berangkat dengan kami. Memang standar harga untuk perjalanan ibadah umrah itu Rp 20 juta. Kalau kurang dari itu, patut dipertanyakan,” jelasnya.

Menurut Joko, paket umrah murah, kerap kali terjadi dan memang menggiurkan.

“Mereka bisa berangkat ke Mekkah. Namun kadang bermasalah saat pulangnya. Terkatung-katung di Mekkahnya. Atau memang sama sekali tidak bisa berangkat,” jelasnya.(13/05)

Rekomendasi Berita