oleh

Waspada Serangan Hama Wereng

MUSI RAWAS – Para petani di Desa D Tegalrejo Kecamatan Tugumulyo khawatir terhadap serangan hama wereng di wilayahnya. Karena, serangan hama ini susah ditanggulangi dan merugikan para petani.

Jejen (40) petani warga Desa D Tegalrejo mengatakan, hama wereng selalu menyerang tanaman padi petani secara masif. Dan ini membuat padi tidak ada isinya saat musim panen tiba.

Menurutnya, selama musim hujan yang terjadi saat ini ada dua kendala besar yang dialami petani. Yaitu soal hama wereng dan banjir. Sebab, serangan wereng ini selalu rutin terjadi dan sangat sulit untuk dilawan.

“Akibat serangan hama wereng itu, petani rugi besar. Dan selama ini petani tidak bisa berbuat banyak,” kata Jejen kepada koran ini saat ditemui di sawahnya, Jumat (18/1).

Ditambahkan, sehingga dengan kondisi ini menyebabkan pula produktivitas lahan rendah. Sawah mestinya bisa panen setahun tiga kali, tetapi karena takut terserang hama Wereng ini hanya panen dua kali saja dalam setahun.

Kepala Balai Benih Umum (BBU) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Zulkarnain mengatakan mengenai masalah itu pihaknya telah menyediakan varietas padi tahan hama Wereng Batang Coklat (WBC).

Sedangkan, untuk benih yang dikembangkan di BBU sesuai dengan deskripsi varietas padi masing-masing. Asalkan perawatan dan pasokan airnya maksimal.

“Ya, namanya juga budidaya padi, kadang pas bagus. Namun ketika mau panen, diserang hama, akhirnya produksi padi menurun,” kata Zulkarnain. (dlt)

Rekomendasi Berita