oleh

Waspada Saat Sariawan Disertai Nanah

Konsultasikan Sariawan ke Dokter Jika:
* Sariawan yang tidak hilang dalam 14 hari
* Nyeri mulut meningkat
* Kesulitan menelan
* Tanda-tanda infeksi di sekitar mulut yang sakit (nanah, keluar cairan asing dari lukanya, atau pembengkakan)
* Tanda-tanda dehidrasi  (air kencing sedikit dan berwarna gelap, rasa haus yang berlebihan, mulut kering, pusing)
* Demam sampai anak Anda mengalami kejang

Data: Dihimpun dari Berbagai Sumber

LUBUKLINGGAU – Hampir setiap orang pernah mengalami yang namanya sariawan. Baik di bibir, maupun lidah. Sariawan bisa terasa sangat sakit hingga membuat penderitanya malas makan dan bicara.

Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Lubuklinggau, dr Dwiyana Sulistyaningrum, sariawan yang berbentuk luka kecil, dangkal, dan terasa nyeri ini menyerang jaringan lunak dalam mulut, pada dasar gusi, bawah lidah, atau sepanjang sisi rongga mulut.

“Sariawan dalam istilah medisnya disebut aphthous ulcer, aphthous stomatitis, canker sores, atau mouth ulcer. Sariawan bisa muncul hanya satu atau beberapa buah sekaligus, namun sariawan tidak menular,” tutur dr Dwiyana, kemarin.

Menurutnya, penyebab sariawan yang paling umum karena daya tahan tubuh melemah, kekurangan vitamin B12 dan/atau asam folat, serta infeksi bakteri atau virus tertentu.

Kadang, jelas dr Dwi, perubahan hormon tubuh seperti saat menstruasi atau hamil juga bisa menyebabkan sariawan muncul.
Pada beberapa kasus, trauma pada jaringan lunak mulut dapat menyebabkan sariawan. Misalnya saat lidah atau bibir tergigit ketika mengunyah makanan, lidah tergores makanan yang tajam seperti keripik, atau ketika Anda menyikat gigi terlalu keras sehingga melukai gusi.

Siapapun dapat mengalami sariawan, tapi memang lebih sering terjadi pada remaja dan wanita dewasa muda. Beberapa orang yang rentan sariawan bisa mengalami sariawan yang lebih parah

***Menangani Sariawan pada Anak

Sariawan umumnya hilang dalam kurun waktu 7 hingga 14 hari tanpa pengobatan. Namun, tak semua anak bisa menahan rasa sakit yang disebabkan oleh sariawan.

Khusus untuk anak, bisa menggunakan pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol. Akan tetapi, jangan berikan ibuprofen pada bayi berusia 6 bulan atau kurang, atau kepada anak yang mengalami dehidrasi atau muntah terus-menerus. Jangan pula berikan aspirin pada anak karena risiko penyakit serius seperti sindrom Reye.
(lik/dts)

Rekomendasi Berita