oleh

Waspada Hewan Terinfeksi Rabies

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Guna mencegah masyarakat tertular virus rabies, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan melakukan sosialisasi.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Muratara, Suhardiman didampingi staf dibidang Kesehatan Hewan, Linda Yulia, Selasa (23/1) mengatakan tahun 2018 ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan menyampaikan langsung kepada masyarakat maupun ke pemerintah desa dengan pemberiannya brosur atau pamflet terkait ciri-ciri hewan yang mengidap penyakit rabies. Termasuk pula tentang akibatnya bila terserang hewan yang biasa ada di hewan jenis, Anjing, Kera maupun kucing.

“Kita sudah melakukan sosialisasi bekerja sama pihak kesehatan, dalam hal ini Puskesmas maupun pemerintah desa dan ke masyarakat langsung,” ucapnya, Selasa (23/1).

Suhardiman menjelaskan, untuk pelaksanaan pemberian vaksinasi ke hewan yang ditakutkan terkena penyakit rabies, rencana dilakukan Januari 2018 ini, tapi kemungkinan dilaksanakan Februari, karena sudah terjadwal.

“Rencana pemberian vaksinasi dijadwalkan Februari 2018 mendatang, di Kecamatan Karang Dapo, kebetulan ada laporan ada warga yang kena gigit kucing, “terangnya.

Sebagaimana program, pemberian vaksinasi dilakukan secara rutin, minimal dua kali selama setahun. Tapi kalau ada kejadian langsung penanganan.

Ditambahkannya, Untuk warga yang terkena gigitan hewan rabies, maka pihaknya akan memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) bagi hewan tersebut, sementara untuk warga yang digigit hewan maka akan di berikan vaksin oleh Puskesmas.

“Kalau ada warga yang digigit, yang diduga rabies, maka akan dilakukan suntik vaksin terhadap hewan tersebut, sementara untuk korban dilakukan penanganan oleh pihak Puskesmas,” bebernya.

Menurutnya, untuk hewan yang terkena rabies kebanyakan hewan liar, kalau peliharaan jarang. Tapi khususnya anjing sering menyerang kalau sedang beranak muda, karena lebih sensitif, sehingga akan menyerang bila merasa terganggu.

Adapun ciri-ciri hewan yang mengidap penyakit rabies yakni hewan tersebut tidak nurut sama pemilik, ganas, hipersalivasi atau mengeluarkan air liur berlebihan, takut air, takut cahaya, ekor melengkung ke bawah selangkangan dan suka menyendiri.

Lebih lanjut, Suhardiman mengatakan untuk tahun 2017 lalu kasus serangan hewan ada sebanyak 8 kasus, yakni di Kecamatan Rupit di Desa Karang Anyar, Desa Pantai, Desa Lawang Agung, dan di Kecamatan Karang Jaya di Desa Suka Raja dan Desa Terusan.

“Untuk tahun 2017 ada 8 kasus gigitan hewan, tapi kalau dibandingkan tahun 2016 kasus warga digigit hewan lebih sedikit dibandingkan tahun 2016, dan dari 8 kasus tersebut ada satu dari laboratorium positif rabies,” imbuhnya.

Untuk itulah pihaknya menghimbau kepada masyarakat apabila melihat hewan dengan ciri-ciri tersebut diharapkan dapat melaporkan ke pemerintah setempat, Puskesmas atau ke dinas langsung.

“Untuk itu, kendati belum ada kasus diharapkan masyarakat tetap waspada, dan melaporkan apabila ada temuan hewan yang diduga mengidap penyakit rabies,” imbaunya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita