oleh

Waspada Cuaca Ekstrem

MUSI RAWAS – Bencana alam menimpa beberapa provinsi di Indonesia. Baik gempa bumi, tsunami bahkan terakhir, banjir bandang di Sulawesi. Cuaca ekstrem akhir-akhir ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan warga untuk lebih waspada.

Kepala BPBD Kabupaten Musi Rawas (Mura), Paisol mengatakan cuaca ekstrem terjadi saat ini akibat peralihan dari musim kemarau ke penghujan. Saat ini kerap kali terjadi angin kencang disertai hujan lebat yang harus diwaspadai masyarakat.

“Dampaknya bisa terjadi puting beliung dan pohon tumbang. Bahkan warga bantaran sungai harus mewaspadai banjir akibat luapan air sungai,” terang Paisol, Minggu (27/1).

Menurut Paisol, daerah yang sering terkena banjir adalah Daerah Aliran Sungai (DAS). Terutama di Kecamatan BTS Ulu, Muara Kelingi, Muara Lakitan, Megang Sakti dan sebagian lagi di Kecamatan Terawas dan Selangit.

Sebagai antisipasi bencana, BPBD telah menyiagakan posko 24 jam dengan 30 personel. Mereka juga menyiapkan armada roda empat 5 unit, roda dua 4 unit dan perahu karet, baik yang bermesin maupun yang tidak.

Sementara di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ada beberapa daerah langganan banjir. Seperti Kecamatan Rawas Ulu, Muara Rupit, Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir.

Kepala BPBD Muratara, Zulkifli melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Kasir Masuli menjelaskan untuk bencana longsor dan gempa bumi nyaris tak pernah terjadi di Kabupaten Muratara.

“Kami juga rutin melakukan sosialisasi, agar masyarakat memiliki bekal dalam menghadapi bencana. Sehingga saat bencana melanda tidak terjadi korban jiwa,” jelas Kasir Masuli kepada Linggau Pos.

Banjir juga kategori bencana rawan di Kota Lubuklinggau. Ada beberapa titik wilayah dalam Kota Lubuklinggau jika hujan lebat akan terjadi tergenang (bukan banjir). Pasalnya air tersebut akan surut pasca hujan berhenti.

Sedangkan sebagian rentan longsor, mengingat di Kota Lubuklinggau masih ada beberapa daerah dataran tinggi. Diakui Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani, daerah yang rentan banjir genangan air seperti di wilayah Lubuklinggau Utara I, Lubuklinggau Timur II. Sedangkan longsor di Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan II.

“Bukan banjir hanya genangan karena drainase tersumbat, hujan reda banjirnya pasti surut,” kata Rahman Sani, Minggu (27/1).

Untuk meminimalisir banjir tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau rutin normalisasi drainase. Di Kota Lubuklinggau juga kerap terjadi angin puting beliung, dan hal ini sulit diprediksi. (rrf/cw3/nia)

Rekomendasi Berita