oleh

Waspada Cepat Menular, Satu Kasus Covid -19 B117 Asal Inggris Ada di Palembang

LINGGAUPOS.CO.ID– Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra Lesty Nurainy Apt MKes melalui Kasi Survailens dan Imunisasi, Yusri SKM membenarkan dari empat kasus baru mutasi virus Corona B117 di Indonesia temuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), salah satunya terjadi di Kota Palembang.

“Benar itu, sudah diterima informasinya. Sekarang masih dilakukan pelacakan kasus atas temuan pusat itu,” kata Yusri dikutip dari sumeks.co, Selasa (9/3/2021).

Namun, Yusri Belum bisa diinformasikan karena masih dalam investigasi. Oleh Sebab itu, menurutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) belum bisa mengejawantahkan kronologis terjadinya penularan tersebut.

“Karena tidak ada pencegahan secara khusus apapun varian virusnya. Tetap sama saja dengan menjalani protokol kesehatan. Kami harap masyarakat bisa meningkatkan disiplin,” jelasnya.

Serupa dengan Yusri, Ahli Epidemiologi Sumsel, dr Iche Andriani Liberty menjelaskan, temuan tersebut memang terjadi di Sumsel dan saat ini sedang dilakukan investigasi lebih lanjut.

Maka, Ia menyarankan kepada pemerintah agar melakukan investigasi secara tuntas serta melakukan sejumlah upaya agar bisa melindungi warga dari penyebaran yang lebih berbahaya. Sebab menurutnya, jika dikaitkan dengan lonjakan kasus yang terjadi selama Desember-Januari, penyebaran masih berpotensi besar terjadi.

“Karena kita tahu bahwa mutasi B117 lebih menular. Tentunya, protokol kesehatan tidak bisa diabaikan lagi. Harus dilakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat,” tegasnya mengingatkan.

Iche menambahkan, pengetatan juga harus dilakukan di pintu masuk Sumsel. Tidak hanya bandara. Tapi seluruh jalur masuk. Mulai dari pelabuhan, stasiun hingga jalur darat. “Besar kemungkinan yah oleh pendatang yang membawa virus tersebut ke daerah kita, semua jalur masuk ya konkrer harus diketatkan,” imbuhnya.

Disisi lain termasuk seperti halnya vaksin. Ia menggaris bawahi vaksinasi juga menjadi perhatian khusus, terlebih cakupan vaksinasi juga harus terus dikejar dan diperluas dengan tetap mengoptimalkan 3T.

“Pemerintah kedepannya harus lebih sigap menurut saya. Ketika terkonfirmasi ada mutasi dari negara lain. Apalagi negara tetangga kita juga sudah mengkonfirmasi. Harusnya ya segera lakukan Surveilans Genome untuk seluruh Indonesia Tidak terkecuali Sumsel,” terangnya

Ikhwal penanganan terhadap orang yang tertular B117, Iche menjelaskan sejauh ini prosesnya hampir sama dengan virus biasa. Hanya saja, dirinya memandang perlu ada pengkajian kembali mengenai jangka waktu isolasi mandiri.

“Tetapi saya rasa perlu dikaji kembali, apakah memang tepat isolasi mandiri cukup 10 hari. Karena memang informasi masih terbatas,” pungkasnya. (*)

Sumber: sumeks.co

Rekomendasi Berita