oleh

Warnet Leluasa Buka 24 Jam

Rawan Akses Situs Porno

Kabid Ops SatPol PP Agum
“Salalu kita ingatkan, sesuai instruksi Walikota Lubuklinggau, warnet hanya boleh beroperasi sampai pukul 22.00 WIB…..”

LINGGAU POS ONLINE, TABA JEMEKEH – Seorang bocah mulai kecanduan internet. Hari-harinya habis untuk bermain di warnet. Selain game online, video porno menjadi kontent yang kerap diaksesnya. Hal itulah yang menjadikan bocah ini, nyaris jadi korban sodomi.

“Ini nyata. Anak ini setelah lihat video porno di warnet, mampir ke rumah kosong. Mau mempraktikkannya dengan sesama teman lelaki. Ini parah. Benar-benar parah,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Lubuklinggau Abdul Hamim.

Video porno, jelas Hamim, leluasa bisa diakses pengguna jasa warnet. Ini yang membutuhkan ketegasan dari pihak pemerintah melalui Sat PolPP.

“Karena kita juga mengakui, masih banyak anak-anak yang dengan gampangnya membuka situs tersebut di warnet. Salah satunya, di Warnet yang buka 24 jam,” ungkap Hamim.

Ia membenarkan sudah ada himbauan dari Walikota Lubuklinggau kepada pemilik Warnet untuk tidak membuka usaha mereka selama 24 jam. Bentuknya surat edaran, dan dilayangkan sejak 2016 lalu. Warnet hanya boleh buka sampai pukul 22.00 WIB.

“Saya rasa tidak perlu regulasi yang cukup tinggi. Namun ketegasan pihak pemerintah, terhadap aturan yang mereka buat meskipun itu hanya sekedar himbauan atau instruksi. Berikan ketegasan, bila perlu lakukan sanksi sesuai dengan apa yang ada di instruksi tersebut,” ungkapnya.

Keseriusan menegakkan aturan ataupun himbauan itu, yang diperlukan untuk menjadi solusi permasalahan warnet.

“Kalau tidak, ya sama saja. Masih ada warnet yang buka 24 jam, dan masih banyak anak-anak kita yang rusak akibat mudahnya mengakses hal-hal negatif dari internet. Kami berharap, bagi warnet yang tidak patuh pada surat edaran itu perlu ditinjau lagi izinnya. Kalau perlu, misalkan sampai membebaskan penggunanya mengakses video porno dan buka 24 jam, ya cabut izinnya. Sejauh ini kan belum ada ketegasan itu,” jelasnya.

Menurutnya, Dinas Perizinan penting untuk mengevaluasi lagi jam operasional warnet. Agar bisa mendapatkan data riil, petugas bisa langsung melakukan inspeksi mendadak.

“Kita harus turun ke lapangan. Masalah ini bahaya kalau tidak ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Untuk memastikan hal tersebut, tim melakukan investigasi ke salah satu warnet di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Sabtu (18/11).

Pemilik warnet berinisial AI (25) membenarkan, operasional warnet yang dikelolanya buka nyaris 24 jam. Pelanggannya bukan hanya masyarakat, namun juga pelajar.

“Datang kesini kebanyakan bermain game, namun ada juga yang sekedar membuka Facebook,” kata AI.

Pria ini menjelaskan, usaha warnetnya hampir setiap hari dibuka mulai dari pukul 08.00 WIB dan tidak menentu karena dibuka 24 jam.

“Memang buka tiap hari, hampir 24 jam. Kalau penghasilan dari warnet tidak menentu kadang-kadang sekitar Rp 500 ribu tapi kadang-kadan kurang dari itu,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, mengenai situs-situs porno yang namanya dunia maya pasti ada,hanya saja kalau untuk membuka situsnya tidak bisa dibuka karena sudah dikunci. “Selain, itu memang rata-rata disini kebanyakan pelangan yang hobi main game online,”imbuhnya.

Sementara itu Kasat PolPP Elbaroma, melalui Kabid Ops Agum saat dikonfirmasi menegaskan kalau pihaknya sudah rutin melakukan himbauan sosialisasi bahkan raziah kepada pemilik warnet.

“Biasanya kita berkoordinasi dengan pihak Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), ketika melakukan razia. Karena izin mereka, dikeluarkan oleh BPMPTSP. Itu sudah rutin kita lakukan, kedepan akan kita koordinasikan kembali,” tegasnya.

Ia pun tetap menghimbau kepada pemilik warnet, untuk dapat memenuhi instruksi tersebut.

“Salalu kita ingatkan, sesuai instruksi Walikota untuk beroperasi hanya sampai pukul 22.00 WIB. Kita berharap, pemilik warnet mematuhi hal ini,” tegasnya kembali. (09 /16)

Komentar

Rekomendasi Berita