oleh

Warga Tuntut Pemilihan Ulang

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Diduga akibat kurangnya ketelitian Panitia Desa, akibatnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Muara Kati Baru II, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Kabupaten Musi Rawas, ricuh. Warga melakukan aksi protes dan meminta untuk melakukan pemilihan ulang.

Aksi protes ini terjadi selang beberapa menit setelah Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan meninjau ke lokasi pelaksanaan, Selasa (12/12) lalu dan nyaris terjadi anarkis.

Kronologis kejadiannya begini menurut Camat TPK, Dien Candra, ada tiga kandidat calon Kades, di mana yang unggul dalam pemilihan yaitu calon Kades nomor tiga atas nama Drs M Sidik dengan total perolehan suara 151. Sedangkan calon nomor satu Simbolik Krisno mengantongi suara sebanyak 141 dan calon nomor dua Piska Riyansyah 145 suara.

“Jadi keluarga calon Kades nomor satu dan calon Kades nomor urut dua ini tidak mau menerima hasil akhir, karena selain selisihnya sangat sedikit. Juga terjadi kekeliruan dalam bilik e-Voting tercatat ada 444 surat suara masuk, sedangkan yang surat suara yang terekap oleh panitia dan saksi hanya 443. Masyarakat mempertanyakan satu suara yang hilang tersebut. Ternyata, setelah dikroscek secara detail, ada undangan yang menempel. Dan ini ada kekeliruan, dan saya sudah memfasilitasi supaya musyawarah, tapi ternyata calon Kades nomor urut satu dan dua tidak mau menerima dan menuntut agar dilakukan pemilihan ulang,” papar Dien.

Bahkan, lanjut Dien, dalam aksi yang hampir anarkis tersebut, keluarga dari calon Kades nomor urut dua ingin membuka kota suara. Akan tetapi, hal tersebut tidak dilakukan, karena melanggar aturan hukum yang berlaku.

“Kotak suara hanya bisa dibuka di Pengadilan, jadi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pada malam Rabu lalu kotak suara masuk semuanya diletakkan di markas Pol PP di Muara Beliti,” tegasnya.

Dien, hari ini (Kamis, 14/12) kembali mengundang calon Kades, BPD, Panitia, Saksi, Danramil, Kapolsek untuk melakukan musyawarah mufakat. Namun, kalaupun hasilnya nanti tetap dalam pendiriannya mengajukan proses hukum, maka pihak pemerintah kecamatan menyerahkan semuanya kepada yang berwenang dalam menanganinya.

“Intinya kita dari kecamatan tetap memfasilitasi, kalaupun nanti mau mengajukan pemilihan ulang dan menggugat tidak lebih dari tiga kali 24 jam,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Selangit, Christianti Argani mengatakan tiga desa yaitu Batu Gane, Taba Tengah, dan Lubuk Ngin Baru semuanya berjalan dengan kondusif, dan tidak seperti yang dituding terjadi kericuhan di Desa Batu Gane.

“Tidak ada kericuhan, semuanya aman terkendali. Di tempat kita proses pemilihannya cepat, penghitungan suaranya juga tepat waktu. Jadi kalau ada yang mengatakan di Kecamatan Selangit ada desa yang ricuh saat Pilkades itu salah besar. Bahkan, hari ini juga saya sudah menandatangani semua berita acara hasil Pilkades, dan akan diserahkan ke DPMD,” akunya.

Di tempat berbeda, Kepala DPMD Musi Rawas, H Mefta Joni melalui Kabid Pemerintah Desa, Rian Pratama mengatakan sampai saat ini pasca pelaksanaan Pilkades masih terpantau kondusif.

“Kita DPMD masih menunggu hasil musyawarah di tingkat Kecamatan, karena yang bertanggung jawab penuh dalam kegiatan Pilkades adalah Camat, setelah dari Kecamatan nanti hasilnya baru diserahkan ke kita,”tutupnya. (12/05)

Komentar

Rekomendasi Berita