oleh

Warga Simpang Nibung Sampaikan Aspirasi

LINGGAU POS ONLINE, RUPIT – Sejumlah tokoh masyarakat asal Desa Simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengunjungi Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat. Mereka menyampaikan harapan atas persoalan tapal batas Kabupaten Muratara dengan Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Seperti diantaranya, Mantan Kepala Desa Simpang Nibung Rawas, Jauhari di mana dirinya mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten dalam hal ini kepada Bupati Muratara langsung untuk memberikan solusi agar desa mereka tidak lepas dari Kabupaten Muratara.

“Berdirinya Desa Simpang Nibung Rawas dari Desa Sungai Jauh delapan tahun lalu tidak mudah, bahkan hampir pertumpahan darah. Jadi kami yang hadir di sini mewakili masyarakat di sana agar desa tersebut tidak hilang, apabila masuk Kabupaten Muratara. Bahkan masyarakat sudah menyerahkan dan mengurus pergantian identitas baik KTP maupun KK,” ucapnya, Saat rapat, Selasa (7/11).

Untuk itulah mengenai permasalahan tapal batas, mereka tetap mempertahankan jangan sampai desa Simpang Nibung Rawas masuk Kabupaten Muratara.

Senada juga diungkapkan H Arrahman, sebelum adanya Desa Simpang Nibung dirinya sudah menetap di sana, bahkan sudah 35 tahun.

Menurutnya, memang beberapa masyarakat di sana sebelumnya memiliki identitas Kabupaten Sarolangun, lantaran pada saat masih menjadi Kabupaten induk Musi Rawas masyarakat sangat sulit untuk berurusan, selainnya itu jaraknya begitu jauh.

“Alhamdulillah saat ini masyarakat yang sebelumnya memiliki identitas Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi menginginkan tidak lepas dari Kabupaten Muratara dan mengurus perubahan identitas Kabupaten Muratara,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan menjaga keamanan sehingga tidak terjadi gejolak yang dapat menimbulkan konflik antar kedua daerah.

Syarif Hidayat menegaskan, yakinlah pemerintah Kabupaten Muratara tidak akan berdiam diri atas persoalan itu, sampai saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan agar persoalan ini dapat segera diselesaikan.

“Yakinlah kami tidak berdiam diri, jajaran pemerintah maupun saya sendiri terus berkoordinasi dengan Bapak Gubernur Sumsel, bahkan sudah menyampaikan surat keberatan atas akan diterbitkannya Permendagri tentang batas kedua wilayah,” kata Syarif Hidayat.

Dirinya berpesan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh kondisi saat ini, Kepada Camat, Kades untuk menjaga keamanan di Desa Simpang Nibung Rawas, jangan sampai ada hal yang menimbulkan konflik.

Sebelumnya, Asisten Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Muratara, Tarmizi mengungkapkan pertemuan audiensi ini sebagai lanjutan adanya pertemuan pemerintah Kabupaten Muratara yang dipimpin dirinya bersama Camat Rawas Ulu, Hj Gusti Rohmani, Kades, Kadus dengan biro pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan, pada tanggal 2 November 2017 lalu.

Berdasarkan jawaban dari pihak Biro Pemerintahan Provinsi Sumsel, untuk tapal batas akan ditindaklanjuti dengan akan dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI.

Untuk itulah Pemkab Muratara agar menyiapkan berkas dokumentasi seperti sertifikat tanah, KTP, dan data sarana.

Sementara itu, Korwil Binda Sumsel, Gusra Muttaqin mengatakan bahwa dirinya sudah turun ke desa tersebut dan telah membuat uji petik.

Dengan melakukan komunikasi kepada sejumlah masyarakat setempat.

Hasilnya semuanya mengatakan kalau mereka asli orang Palembang (Muratara, red), tidak ada yang mengatakan dari Jambi.

Begitu juga dalam hal penggunaan bahasa, mereka menggunakan bahasa Muratara atau bahasa Palembang.

“Dari hasil uji petik saya kepada masyarakat, mereka mengaku kalau orang Palembang bukan orang Jambi,” sebutnya.

Memang lanjut dia, ada beberapa alasannya mengapa mereka ada yang beridentitas Kabupaten Sarolangun, karena sebelumnya pada saat Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, mereka merasa lebih mudah berurusan dengan Kabupaten Sarolangun ketimbang dengan Kabupaten induk Musi Rawas.

“Setelah uji petik diduga ada kepentingan atau politik. Tapi setelah pemekaran menjadi DOB mereka ingin sekali kembali ke Kabupaten Muratara,” paparnya.

Untuk Hadir Asisten Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Muratara Muratara, Tarmizi, Camat Rawas Ulu, Hj Gusti Rohmani, Kepala Bagian Tapem, Firdaus H, Pj Kades Simpang Nibung, Sutarmin.(07)

Komentar

Rekomendasi Berita