oleh

Takut Dibunuh, Warga Petanang Tewas Gantung Diri

LINGGAU POS.CO.ID– Jumat (10/1/2020) sore warga sekitar RT 01 Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara 1 gempar. Sebab, salah seorang warga bernama Ali Rahan (50) ditemukan tewas tergantung.

Ketua RT 02 Kelurahan Petanang Ilir sekaligus tetangga dari kakak kandung korban, Surya Abadi membenarkan kejadian itu.

Surya menceritakan, ia mengetahui kejadian ketika kakak ipar sang korban, Rohali berteriak kepada suaminya, Maskat bahwa adiknya meninggal karena gantung diri.

“Saat itu, Surya Abadi sedang memperbaiki motornya di depan rumah. Melihat kakak iparnya berteriak saya hampiri dan menanyakan ada apa. Mengetahui adiknya di RT01 meninggal gantung diri, kami semua ke rumah almarum Ali,” jelasnya.

Di sana warga sudah ramai. Ali gantung diri di ruang tamu rumahnya. Memakai kain sarung yang digantung di alang ruang tamu. Di ruang tamu itu ada meja yang tinggi yang sering dipake Ali untung tidur dan ngintip ke luar rumah ketika kambuh dan merasa ada yang mau membunuhnya.

Diduga, Ali naik meja itu untuk mengikatkan sarung ke tiang. Setelah jasad Ali diturunkan, lalu dicek oleh Bidan Mila. Setelah dicek, Bidan Mila menyatakan Ali sudah meninggal dunia.

Soal penyebab Ali gantung diri, Surya yang sering mendapat cerita dari sang kakak mengetahui kalau Ali memiliki gangguan jiwa. Bahkan sering berkata kepada kakaknya, kalau ada yang mau membunuhnya.

“Bahkan dia sering cerita ke ayuk iparnya, kalau ia tidak lama lagi akan mati. Pernah juga ia meminta kakak kandungnya untuk menyerahkan dirinya ke Polsek terdekat, karena merasa sangat takut. Ia berharap lebih baik dipenjara, daripada mati dibunuh. Makanya, keluarganya meyakini ini penyebab adiknya gantung diri,” ungkap Surya.

Selama ini ditambahkan Surya, Ali hanya tinggal bersama sang isteri dan anak bungsu saja karena anak sulungnya sudah menikah dan tinggal di rumahnya sendiri . Karena ada gangguan jiwa, ia tidak pernah ditinggal sendirian.

“Gangguan jiwanya ini sudah hampir lima bulan, sering berobat sembuh kumat lagi. Makanya Ali tidak pernah sendirian di rumah, meskipun kalau sedang tidak kumat ia normal seperti biasa. Saat kejadian isterinya pamit mau ke sawah, lalu Ali meminta anak bungsunya menjemput sang ibu. Ketika anaknya menjemput ibunya ternyata tidak ada di sawah tetapi ada di kebun. Anaknya kembali pulang, ternyata menemukan ayahnya sudah gantung diri,” jelasnya.

Jasad Ali akan dikuburkan keluarganya hari ini.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul “Warga Petanang Tewas Tergantung”

Rekomendasi Berita