oleh

Warga Pertanyakan Kompensasi Lahan

Dari PT GSSL

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Warga pemilik lahan di Desa Baturaja Baru Kecamatan Tebing Tinggi, pertanyakan pembayaran kompensasi lahan yang telah dijanjikan PT Gunung Sawit Selatan Lestari (PT GSSL). Karena sampai saat ini, belum juga terealisasi.

Diakui Ishar, salah seorang pemilik lahan tidak ada kejelasan dari pihak perusahaan apakah kompensasi lahan akan segera dibayar atau tidak. Hal ini membuat seluruh warga pemilik lahan, sudah mulai kesal kepada pihak perusahaan, karena pembayaran kompensasi yang dijanjikan itu, tak kunjung dibayarkan.

Sementara, dilanjutkan Ishar, semua persyaratan sudah lengkap, lahan juga tidak sengketa. Warga menduga, ada pihak yang bermain sehingga kompensasi ini tidak kunjung dicairkan.

Jika pembukaan lahan yang akan dilakukan ternyata tidak jadi alias dibatalkan, tentu ia dan warga pemilik lahan lainnya merasa sangat dirugikan, sebab lahan yang dulu merupakan kebun karet, saat ini sudah menjadi semak belukar, karena pohon-pohon karet sudah digusur pihak perusahaan, sebelumnya.

“Tentu saja kita menuntut ganti rugi, dulunya saat kami serahkan masih kebun karet, saat ini sudah menjadi semak belukar,” ungkapnya.

Kades Baturaja Baru Kecamatan Tebing Tinggi, Hendra YP membenarkan, jika permasalahan kompensasi lahan yang dijanjikan PT GSSL sudah dikeluhkan warga pemilik lahan. Selaku Kepala Desa, Hendra YP sudah berupaya terus berkomunikasi dengan pihak PT GSSL, agar segera membayarkan kompensasi.

“Sayangnya, jangankan mendapatkan kabar baik dari pihak perusahaan. Kejelasan kapan segera dicairkan masih simpang siur,” kata Hendra

Di wilayahnya, ada lebih kurang 72 hektare yang seharusnya sudah dibayarkan kompensasinya oleh pihak PT GSSL, namun sampai saat ini faktanya belum dibayar.

“Warga sudah lama menanti, jelas mereka sudah kesal. Bahkan ada yang sudah mendesak saya secara pribadi, agar segera menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya. (10)

Rekomendasi Berita