oleh

Warga Musi Rawas yang Masuk DTKS Meningkat

LINGGAUPOS.CO.ID- Sepanjang 2020 masyarakat Musi Rawas yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) meningkat. Salah satu penyebabnya adalah pandemi covid-19.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas, Agus Susanto didampingi Kabid Penanganan Faskir Miskin, Hj Lismawati, Senin (26/4/2021).

“Dari hasi finalisasi verifikasi dan validasi pada interval Mei 2020, yang masuk dalam DTKS sebanyak 44.695 KK atau 153.559 jiwa. Meningkat di Oktober 2020, menjadi 49.432 KK, dengan 161.078 jiwa,” kata Agus.

“Sementara hasil pengisian update interval awal 2021 masih dalam proses finalisasi,” tambahnya. Menariknya lagi, lanutnya, selama 2020 pengisian DTKS di aplikasi SIKS-NG, yang dilakukan oleh petugas data di desa/kelurahan mencapai 100 persen.

Dia menjelaskan, SIKS-NG merupakan aplikasi pendataan online. Sebagai sarana untuk meng-update DTKS. Dalam setahun setidaknya ada 4 kali update.

Dari data yang input oleh petugas data itu akan menjadi acuan oleh Kementerian Sosial, untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial.

“Jadi petugas data hanya menginput, berdasarkan pengamatan dan musyawarah desa, kemudian diolah atau disaring oleh Kementerian Sosial. Tidak semua yang masuk DTKS mendapatkan bantuan sosial,” jelasnya.

Sebagai informasi, aplikasi SIKS-NG saat ini sudah menggunakan upgrade terbaru. Yakni aplikasi SIKS-NG tipe 2.5.1. Sehingga pihaknya baru-baru ini telah melakukan pelatihan terhadap petugas data dari desa mapun kelurahan.

“Jadi begitu ada upgrade aplikasi, kami segera dilakukan pelatitahaan. Karena karena dalam waktu dekat ada finalisasi interval untuk awal tahun 2021,” katanya.(*)

Rekomendasi Berita