oleh

Warga Muratara Salat Istisqa di Sungai yang Mengering

LINGGAU POS ONLINE – Warga Kelurahan Muara Rupit dan Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar salat Istisqa untuk meminta hujan, Minggu (25/8/2019).

Pelaksanaan salat Istisqa berlangsung di bagian Sungai Rawas yang mengering, menyusut antara dua jembatan di ibukota Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Masyarakat baik laki-laki maupun perempuan berbondong-bondong datang ke pantai dadakan itu untuk mengikuti salat Istisqa berjamaah.

Mereka datang menggunakan pakaian muslim lengkap dengan perlengkapan salat yang dibawa dari rumah masing-masing.

Kepala Desa Lawang Agung, Kaharudin mengatakan, tujuan dari salat Istisqa itu adalah mengharapkan turunnya hujan sebagai upaya mengatasi kemarau panjang.

“Bisa kita lihat sendiri kondisi kemarau saat ini, kebakaran rumah dan lahan dimana-mana, sumur kekeringan, tumbuhan gersang,” kata Kaharudin.

Menurutnya, dengan melakukan salat Istisqa tersebut diharapkan Tuhan Yang Maha Kuasa bisa mengabulkan keinginan masyarakat agar diturunkan hujan.

Ia menambahkan, salat Istisqa yang dilaksanakan itu diikuti puluhan warga khususnya dari Kelurahan Muara Rupit dan Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit.

“Ini khusus masyarakat Muara Rupit dan Lawang Agung saja. Kalau untuk tingkat kabupaten nanti rencananya akan dilaksanakan juga,” ujarnya.

Sementara itu, dalam waktu dekat Pemkab Muratara juga akan mengadakan salat Istisqa untuk meminta hujan tingkat kabupaten.

“Kalau tidak ada halangan akan diadakan pada hari Kamis tanggal 29 Agustus nanti, di lapangan Silampari Muara Rupit,” kata Asisten II Pemkab Muratara, Suharto Pati.

Salat Istisqa akan diikuti seluruh jajaran Pemkab Muratara, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat umum.

Pelaksanaan salat Istisqa nantinya diperkirakan diikuti ratusan hingga ribuan orang, karena pihaknya mewajibkan perwakilan setiap kecamatan untuk hadir.

“Khusus masyarakat Kecamatan Rupit bebas tidak terbatas. Untuk Kecamatan Karang Dapo dan Karang Jaya minimal 100 orang. Sedangkan kecamatan lainnya minimal 50 orang per kecamatan,” ujarnya.(*)

Sumber: tribun

Rekomendasi Berita