oleh

Warga Muratara Keluhkan Kades Jarang di Desa

“…Kalau ingin menetap di Kota Lubuklinggau tidak usah jadi Kades…”

* Kepala DPMDP3A Muratara, Hj Gusti Rohmani

Gusti : Akan Kita Laporkan ke Camat

LINGGAU POS ONLINE- Kepala Desa (Kades) Batu Kucing Kecamatan Rawas Ilir, diduga jarang berada di desa. Bahkan diakui warga setempat, Kades kini lebih memilih untuk tinggal di Kota Lubuklinggau. Hal ini tentunya dikeluhkan oleh warga Desa Batu Kucing, di mana Kades sebagai pemimpin mereka malah lebih memilih tinggal di Kota Lubuklinggau, dari pada di Desa Batu Kucing bersama warganya.

Menurut informasi dari warga, sudah lama Kades mereka menetap di Kota Lubuklinggau, dan sangat jarang berada di tempat. Sehingga urusan di desa dilakukan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) dan perangkat desa.

“Makanya saat ini kami sudah terbiasa tanpa Kades. Sudah lama Kades menetap di Kota Lubuklinggau, kalaupun ke dusun hanya sebentar, setelah itu pergi lagi ke Kota Lubuklinggau,” ungkap salah seorang warga Desa Batu Kucing yang meminta namanya tidak disebutkan.

Mereka pun merasa seperti anak ayam kehilangan induknya.

“Untungnya Sekdes kami aktif. Kalau keduanya tidak berada di sini, tidak tahu bagaimana kami ingin berurusan apabila ada permasalahan di desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kades mereka sudah menjabat selama tiga periode, namun kepercayaan warga Desa Batu Kucing tidak dimanfaatkan sepenuhnya oleh Kades. Kades aktif di desa pada saat ingin pemilihan Kades, dan ketika ada pekerjaan saja.

“Kami merasa kecewa dengan Kades sekarang, sebab tidak mengemban amanat dari masyarakat. Sehingga kami ingin berurusan susah dan untuk bertemu dengan Kadespun dalam satu bulan itu sulit,” tambahnya.

Ia berharap kepada pemerintah agar dapat menegur kades, atau bila perlu diberikan sanksi. Supaya yang bersangkutan bisa menetap di desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Muratara, Hj Gusti Rohmani saat dikonfirmasi menyayangkan Kades tidak tinggal di desa yang ia pimpin. Bagaimana bisa melayani dan mengayomi masyarakat, jika Kades saja tidak ada di tempat.

“Kalau ingin menetap di Kota Lubuklinggau tidak usah jadi Kades,” tegas Gusti Rohmani.

Kasus ini ditegaskan Gusti akan disampaikan kepada Camat Rawas Ilir, agar pihak kecamatan bisa memberikan sanksi. Sebab Kades merupakan kewenangan pihak kecamatan.

“Kita mengimbau kepada seluruh Kades agar menetap di desanya masing-masing, dan harus siap melayani masyarakat. Sebab Kades merupakan ujung tombak dari kemajuan desa,” imbaunya.

Laporan Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita