oleh

Warga Masih Buang Sampah ke Sungai

Penyebab Rawan Banjir

LINGGAU POS ONLINE, KARYA BAKTI – Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, salah satu wilayah di kota berslogan ‘Sebiduk Semare’ yang menjadi daerah rawan banjir. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, menjadi salah satu penyebab rawan banjir.

Salah satunya, di wilayah RT 09 Kelurahan Karya Bakti yang berada di bantaran sungai, menjadi ‘langganan’ terendam banjir. Apalagi, setelah hujan deras yang membuat Sungai Mesat meluap dan merendam rumah mereka.

Hal ini diungkapkan Doni (30) warga Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, yang bekerja di pabrik tahu. Ia mengaku, pabrik tempatnya bekerja saat ini, pernah terendam banjir setinggi 1 meter, pasca turun hujan.

“Memang benar, kalau di daerah kami sini sering banjir, tapi tidak begitu parah karena masih bisa kami atasi. Banjir ini terjadi, karena banyaknya sampah yang menumpuk di sungai oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Terbiasa, membuang sampah di sungai yang akhirnya menyebabkan banjir,” ungkap Doni, saat ditemui di tempat kerjanya, Jumat (1/12).

Senada diungkapkan oleh Nadia (40), salah seorang pedagang yang biasa berjualan di wilayah RT 07 Kelurahan Karya Bakti. Saat dimintai tanggapan, ia sependapat kalau banyaknya sampah yang dibuang ke sungai, menjadi penyebab banjir selama ini.

“Akibat terlalu banyak sampah di sungai inilah yang menyebabkan banjir. Air sungai tidak mengalir lantaran tersumbat, sehingga meluap ketika hujan deras dan merendami rumah kami,” ungkap Nadia.

Sementara itu Evander Pajri yang biasa disapa Yanto (52), Ketua RT 09, Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II saat dimintai tanggapan di kediamannya,menjelaskan kalau pihaknya sudah menghimbau ke warga agar menjaga lingkungan dengan baik, salah satunya, dengan tidak membuang sampah ke sungai.

“Harapan kami kepada warga untuk terus tingkatkan kesadaran, dalam hal menjaga lingkungan. Jagalah kebersihan dan jangan membuang sampah ke aliran sungai lagi, karena dapat mencemari sungai dan berujung mengakibatkan banjir. Dan untuk pemerintah, kami juga berharap berikan solusi dengan segera membangunkan talut atau DAM di sini, agar air sungai tidak meluap sampai ke rumah warga ketika hujan deras,” harapnya. (CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita