oleh

Warga Malus Berharap Jalan Diperbaiki, Ongkos PP ke Pasar Rp50.000

“…Kalau tidak punya motor seperti saya, ke pasar ongkos pulang perginya Rp50.000. Makanya kalau tidak ada keperluan yang sangat mendesak, kami pilih tidak ke pasar…”

* Mina, Warga Kelurahan Petanang Ulu

LINGGAUPOS.CO.ID- Jalan Malus menghubungkan Kelurahan Belalau I, Sumber Agung dan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklinggau Utara I kondisinya dikeluhkan warga. Pasalnya selain belum diaspal, akan banyak genangan air setelah hujan membuat jalan licin dan sulit dilalui.

Tidak heran, jika mereka harus mengeluarkan biaya besar untuk ke pasar jika tidak memiliki kendaraan.

“Kalau tidak punya motor seperti saya, ke pasar ongkos pulang perginya Rp50.000. Makanya kalau tidak ada keperluan yang sangat mendesak, kami pilih tidak ke pasar atau keluar dari lingkungan kami,” ungkap Mina, warga Kelurahan Petanang Ulu.

Sejak lama diakui Mina, warga di sana mengharapkan jalan lingkungan mereka ditingkatkan. Minimal tidak menyulitkan mereka, ketika ingin keluar masuk lingkungan.

Lurah Belalau I, Rijal saat dibincangi membenarkan hal ini. Jalan Malus yang belum diaspal dimulai dari Kelurahan Belalau I. Rijal mengaku, sejak 2016 pihaknya sudah mengusulkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), untuk memperbaiki jalan tersebut.

Dijelaskan Rijal, pihaknya sudah mengusulkan hotmix jalan Malus dengan panjang 1 km dan lebar 8 meter. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengusulkan pembuatan drainase dengan panjang yang sama, dan lebar 1 meter serta ketinggian 70 centimeter.

“Karena percuma saja kalau hanya dibangun jalan, tanpa pembangunan drainase. Genangan air tidak bisa dihindari,” ungkap Rijal.

Ia membenarkan, warga Belalau I, Sumber Agung hingga Petanang Ulu sangat menginginkan jalan tersebut segera diperbaiki.

Kepala DPUTR Kota Lubuklinggau, Asril melalui Sekretaris, Ibrahim menjelaskan pemerintah sudah memperhatikan keinginan warga di sana. Kegiatan peningkatan jalan Malus sudah masuk kegiatan tahun 2020.

Hanya saja dilanjutkan Ibrahim, belum bisa sepenuhnya ditingkatkan. Jalan Malus yang diusulkan lebih kurang 12 km. Namun yang baru bisa di-cover pihaknya tahun 2020. sepanjang 7 km dengan anggaran Rp15 miliar. Sisanya, akan diupayakan dianggarkan tahun berikutnya.

“Kita juga harus melihat skala prioritas dan kondisi anggaran. Sisanya, bisa kita tindak lanjuti pada tahun berikutnya. Karena saat ini pemerintah juga sedang melaksanakan kegiatan pembangunan drainase dengan sistem pembayaran tahun jamak, sehingga kegiatan untuk tahun tunggal sedikit berkurang. Namun kita yakini, sisa peningkatan jalan yang belum dibangun segera kita lanjutkan,” jelas Ibrahim.

Saat ini lanjut Ibrahim, pihaknya sedang melakukan persiapan lelang. Jika tidak ada halangan, April atau Mei mulai pengerjaan dan target November 2020 mendatang selesai.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul “Warga Malus Berharap Jalan Diperbaiki”

Rekomendasi Berita