oleh

Warga Lubuk Besar Kaget, Tersangka Rapid Antigen Bekas Rajin ke Masjid

LINGGAUPOS.CO.ID – Sekdes Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas, Safaruddin mengatakan warga desa setelah melihat berita kasus antigen bekas, berkomentar beragam.

Dijalankannya, kebanyakan tidak percaya, sebab baik Devi Jaya maupun Sepipa Razi merupakan anak baik, saat di desa. “Kalau Sepipa ini rajin salat ke masjid, aktif sebagai pengurus masjid,” tambahnya.

Sepipa merupakan anak yatim piatu, ibunya meninggal saat dia masih kecil. Sedangkan ayahnya meninggal saat Sepipa masih di banggku SMP. “Ayahnya Sepipa ini meninggal akibat kecelakaan,” katanya.

Sementara Sepipa sepeninggalan orang tuanya, hidup bersama bibiknya Eli. Sampai lulus SMA. Setelah lulus SMA dia merantau, yakni ikut dengan Picandi Mascojaya bekerja.

Bibik dari  Sepipa Razi, Eli (45) saat ditemui dirumahnya mengaku sedih. Dia sangat tidak menyangkan bahwa Sepipa akhirnya tersandung kasus. Namun dia yakin bukan Sepipa yang menjadi pelaku utama. “Saya rasa dia hanya ikut-ikut saja. Namanya ikut bekerja dengan orang,” katanya.

Eli menceritakan, memang setelah lulus SMA, Sepipa ini ngin mencari kerja, merantau. “Saya tidak nyuruh, tapi dia ini mau sekali bekerja. Akhirnya diizinkan, lagi pula dia laki-laki,” ungkapnya.

Eli bersaksi, bahwa Sepipa ini orangnya baik. Tidak pernah ikut nakal-nakal. Dia keluar rumah saja jarang, rajin membantu berjualan kecil-kecilan di warung. “Kadang ikut ke pasar belanja untuk jualan,” ungkapnya.(*)

Rekomendasi Berita