oleh

Warga Kota Padang Nyaris Diamuk Massa

LINGGAU POS ONLINE, DEMPO – Aidil Fitri (21) pukul 22.00 WIB, Sabtu (21/7) berhasil merampas sebuah Handphone (HP) milik Selvi (36). Namun warga Desa Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu itu, belum sempat menikmati hasil kejahatannya, keburu ditangkap polisi.

Aidil Fitri yang dikenal sebagai petani kopi ini masih beruntung, karena lolos dari kejaran dan amukan massa. Sebab setelah ia berhasil merampas HP milik warga RT 03 Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, sempat dikejar warga.

Informasi dihimpun koran ini menyebutkan, kejadian perampasan HP merek Huawei warna gold milik korban Selvi pukul 18.30 WIB, saat korban memegang HP-nya di depan tempat berwudhu berniat Salat Magrib di Masjid Agung As-Salam Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Tiba-tiba datang tersangka menghampiri korban, dan langsung merampas HP yang ada di tangan korban. Korban sempat kaget serta berusaha mempertahankan HP miliknya, sehingga terjadi tarik menarik dan korbanpun terjatuh. Saat itulah tersangka berhasil menguasai HP milik korban dan segera melarikan diri.

Melihat tersangka lari membawa HP miliknya, secara spontan korban teriak “copet..copet… copet”. Mendengar teriakan korban warga yang ada di situ langsung melakukan pengejaran, untuk menangkap tersangka. Tetapi usaha warga itu tidak berhasil.

Selanjutnya, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Lubuklinggau. Mendapat laporan dari pelapor, anggota Polres Lubuklinggau melakukan penyelidikan, dan mendapatkan informasi tersangka masih berada di sekitar Pasar Inpres Lubuklinggau. Selang dua jam tersangka berhasil diringkus. Untuk menghindari amuk massa, tersangka langsung diangkut ke Mapolres Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar  melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Maduransyah Putra saat dikonfirmasi, Minggu (22/7), membenarkan adanya kejadian itu. Dan pihaknya sudah berhasil mengamankan tersangka, berikut
Barang Bukti (BB) milik korban Selvi, seharga Rp 5.900.000.

“Saya ingatkan kepada warga untuk lebih berhati-hati, dan senantiasa waspada terhadap pelaku tindak kriminalitas. Sebab, kejahatan itu bisa terjadi tidak hanya karena niat, tetapi karena adanya kesempatan,” ingat Wahyu.

Pihak penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Aidil Fitri, guna pengembangan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, Aidil Fitri dinyatakan cukup bukti merampas HP milik Selvi, akan dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman pidana 9 tahun penjara.(04)

Rekomendasi Berita