oleh

Warga Kembali Desak Perusahaan Setop Aktivitas

Pertemuan Dengan Komisi IV DPR RI Diundur

Jadwal rapat dengan anggota Komisi IV DPR RI, dengan perwakilan warga Desa Muara Megang Kecamatan Megang Sakti, diundur. Hal ini membuat warga yang baru saja kembali menggelar aksi pada 17 Januari lalu kecewa.

Laporan Riena Fitrinai Maris, Megang Sakti

Lagi, warga Desa Muara Megang Kecamatan Megang Sakti harus kecewa. Pasca melaksanakan aksi guna mendesak penyetopan aktivitas PT London Sumatera (lonsum) di desa mereka, yang seharusnya dijadwalkan untuk diadakan pertemuan dengan pihak perusahaan, anggota Komisi IV DPR RI, Bupati dan DPRD Kabupaten Musi Rawas, pada 25 Januari lalu harus diundur.

Padahal, surat resmi mengenai pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan mereka dengan pihak perusahaan secara resmi sudah mereka terima.

“Bahkan tiket sudah kami beli untuk berangkat, namun dengan alasan pihak perusahaan belum siap maka pertemuan diundur hingga 14 Februari 2018 mendatang. Wajar kalau warga kecewa. Kami seperti dipermainkan,” tegas Saidina, warga Desa Muara Megang, Selasa (30/1).

Tidak hanya itu, keinginan warga yang meminta pihak perusahaan menyetop aktivitas selama belum ada penyelesaian, sampai saat ini belum juga dilakukan pihak perusahaan.

“Mereka hanya berjanji dalam dua hari kedepan memanggil kami, untuk melakukan perundingan mengenai keinginan warga yang meminta mereka setop aktivitas. Hal ini sudah kami laporkan ke pihak kepolisian, dengan harapan mulai besok perusahaan sudah tidak melakukan panen,” jelasnya.

Ia bersama warga meminta kepastian dari pihak perusahaan dan anggota Komisi IV DPR RI.

“Jangan sampai ada alasan lain, untuk mengundurkan pertemuan,” tegasnya.

Kalaupun dilanjutkannya, saat pertemuan 12 Februari mendatang tetap tidak ada penyelesaian maka warga siap untuk melakukan tindakan selanjutnya.

“Untuk itu jangan salahkan kami (warga, red), kalau kedepan tindakan warga agak berlebihan. Selama ini kami yang memaklumi pihak manapun, terutama pihak kepolisian. Kedepan, ketika belum juga ada penyelesaian maka mereka yang harus memaklumi kami,” lanjutnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita