oleh

Warga Diimbau Siaga, Tiga Kecamatan Rawan Banjir

Memasuki musim penghujan. Masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam.

Laporan Suwito-Mutiara Rahma, Lubuklinggau

KEPALA Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Lubuklinggau melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, H Fauzi mengatakan salah satu bentuk kewaspadaan yaitu masyarakat diminta mengenali lingkungannya.

“Siapa tahu kalau ada tanah retak, masyarakat perlu menambalnya dengan tanah liat. Sebab, musim kemarau lalu telah menyebabkan tanah-tanah retak sehingga mudah terisi air di aliran permukaan dan dapat memicu longsor,” pinta H Fauzi, Senin (13/11).

Saat ini, kata Fauzi, sebagian wilayah sudah memasuki musim hujan. Termasuk Kota Lubuklinggau dan sekitarnya, sebab memang secara keseluruhan hampir semua daerah memasuki musim hujan pada November sampai akhir tahun 2017 mendatang.

“Puncak musim penghujan diperkirakan pada Januari mendatang sehingga ancaman banjir dan longsor akan makin meningkat,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk bencana yang cukup darurat yakni kejadian puting beliung yang menimpa puluhan rumah warga Kelurahan Ulak Lebar dan Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II pada 24 Oktober lalu.

Sementara untuk daerah rawan longsor ia menyampaikan untuk wilayah Kota Lubuklinggau tidak begitu berbahaya, sebab daerah kita masih dikatakan aman.

“Namun kita harus tetap waspada sebab bencana tidak dapat ditolak, apalagi semua masih kehendak tuhan. Kita akan terus mengimbau agar masyarakat waspada,” kata Fauzi.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas, Paisol, daerah yang rawan terjadi longsor di Musi Rawas di Kecamatan Selangit. Karena mayoritas areal perbukitan.

“Memang untuk bencana longsor ini tidak bisa kita prediksi di mana dan kapan terjadinya, berbeda dengan banjir. Kalau banjir disesuaikan dengan musim, kalau musim hujan sering terjadi banjir. Sebaliknya, kalau longsor tidak bisa ditebak, mau itu musim hujan ataupun musim panas, kalau dia mau terjadi maka bisa terjadi,” kata Paisol, kemarin.

Untuk daerah yang terjadi longsor antara lain di Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, Kecamatan Selangit, dan Kecamatan STL Ulu Terawas.

“Tiga wilayah ini memang rawan terjadi longsor, namun untuk 2017 ini alhamdulillah belum terjadi. Kita berharap, bencana ini sampai akhir tidak akan terjadi di masyarakat,”tuturnya.

Sementara untuk daerah yang rawan banjir, lanjut Paisol, ada beberapa kecamatan antara lain di Muara Kelingi, Muara Lakitan, Megang Sakti, dan BTS Ulu Cecar.

“Kalau banjir terjadi setiap akhir tahun pada Desember itu puncak musim hujan, nah biasa terjadi banjir ini. Namun kita tetap berharap ini tidak terjadi,” akunya.

Meski demikian, Paisol mengimbau bagi warga yang menetap di daerah yang rawan longsor dan banjir, untuk waspada. Karena, sewaktu-waktu bencana ini bisa saja terjadi. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita