oleh

Warga Desa Pauh dan Pauh 1 Muratara Ingin Pemekaran

LINGGAU POS ONLINE- 25 warga Desa Pauh dan Desa Pauh 1, Kecamatan Rawas Ilir datangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Senin (14/10). Kedatangan mereka meminta Kampung Translok yang menginduk ke Desa Pauh dan Pauh 1, dimekarkan.

Kampung Translok merupakan daerah transmigrasi binaan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) sejak 2008. Warganya terbagi dua, sebagian menjadi warga Pauh, dan sebagian menjadi warga Pauh 1.

“Kedatangan kami ingin meminta petunjuk, mengenai rencana pemekaran wilayah gabungan dari Desa Pauh dan Pauh 1 menjadi desa sendiri,” ungkap Sudrasno, perwakilan warga yang mendatangi DPMD-P3A.

Sudrasno mengatakan wacana pemekaran sudah dari 2008. Keinginan tersebut semakin kuat setelah wilayah mereka lepas dari daerah binaan Disnakertrans 2013 lalu.

“Wilayah kami sudah memenuhi persyaratan untuk mekar menjadi desa. Apalagi secara geografis, wilayah Translok dan Desa Pauh serta Pauh 1 dipisahkan oleh sungai,” tegasnya.

Mereka berharap, usulan ini segera direspons oleh Pemkab.

Zuliyan Kabid Pemdes DPMD-P3A mengatakan, usulan dari masyarakat diterima. Namun pihaknya meminta agar masyarakat desa yang ingin mekar, segera mengajukan berkas agar dapat didaftarkan.

“Kita berikan arahan agar mereka mengajukan berkas, untuk diajukan ke Pemkab. Nanti Pemkab yang memproses usulan tersebut,” tegas Zuliyan.

Laporan Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita