oleh

Warga Dekat Sungai Kungku Kena Gatal-gatal

“Kita sudah turun kelapangan, dan menemukan ada masyarakat yang kena penyakit gatal-gatal. Tapi, belum bisa memastikan apakah itu akibat pencemaran limbah di Sungai Kungku”

Camat Sukakarya M Setiawan

LINGGAU POS ONLINE- Tim Kecamatan Sukakarya bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Sukakarya, melakukan kroscek lapangan terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat, akibat dugaan pencemaran Sungai Kungku yang dilakukan PT PHML.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tim ini dipimpin oleh KUPT Puskesmas Ciptodadi Fenny Evrita, SST, M.kes bersama Pemerintah Kecamatan Sukakarya, diwakili oleh Sekretaris Camat Sukakarya, M Farouk, SE beserta staf dan jajaran lainnya, Kamis (24/10).

Dalam kegiatan ini, langsung dilakukan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat sekitar aliran Sungai Kungku. Di sini, tim memberikan arahan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan pada kulit, untuk segera datang langsung ke Puskesmas Ciptodadi, dengan membawa kartu kesehatan atau surat keterangan lainnya dari pemerintah setempat, untuk mendapatkan pelayanan gratis dari Puskesmas Ciptodadi.

Camat Sukakarya, M Setiawan mengatakan kalau pihaknya sudah melakukan cek lapangan, dan menemukan adanya warga yang mengidap penyakit gatal-gatal.

“Kita sudah turun ke lapangan, dan menemukan ada masyarakat yang kena penyakit gatal-gatal. Tapi, kita tidak bisa memastikan apakah itu akibat pencemaran limbah di Sungai Kungku, atau lainnya,” kata M Setiawan, Jumat (25/10).

Setiawan menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium air Sungai Kungku dari UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Hasil laboratorium dari DLH, merupakan acuan untuk menyatakan Sungai Kungku tercemar atau tidak,”jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mura, Hermarudin didampingi Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Yanuar Saleh mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat ke PT PHML agar menyampaikan hasil laboratorium tersebut ke DLH Mura.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pucuk, Effendi yang mendampingi masyarakat Ciptodadi I, menjelaskan harus ada kepastian terkait permasalahan ini. Sebab, kalau sampai Sungai Kungku tercemar oleh limbah PT PHML, harus dilakukan tindakan tegas. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada perusahaan yang ada di Mura.

“Permasalahan ini harus terang. Kalau Sungai Kungku memang tercemar, harus ada sanksi untuk PT PHML,” jelasnya.

Laporan Aan Sangkutiar

Rekomendasi Berita