oleh

Warga Akui Lomba Burung ‘Berbau’ Judi

Adanya Kesepakatan Sebelum Melakukan Perlombaan

Lomba burung merpati, yang biasanya dilaksanakan sebagian masyarakat di lapangan yang ada di Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuklinggau Utara I, sampai saat ini masih diminati mereka yang gemar bermain burung. Meskipun, beberapa diantara mereka mengakui kalau yang mereka lakukan termasuk kategori perjudian.

Laporan Daulat, Jogoboyo

Bahkan Alhusman (23), salah seorang warga Kelurahan Jogoboyo mengakui kalau di sana memang judi yang dilakukan. Bahkan menurutnya, ia lebih memilih berjudi burung ketimbang judi kartu Remi atau judi lainnya.

“Orang yang main burung di sini pastinya berjudi karena menggunakan sebagai taruhan. Apalagi, untuk melatih burung menjadi handal dan yang tercepat membutuhkan perawatan dan biaya yang tinggi. Biasanya perjudian terjadi, setelah adanya kesepakatan dari kedua belah pihak,” ungkap pria yang mengaku masih bujangan ini.

Di tempat lain, Unus (25) warga Kelurahan Kenanga juga mengakui hal yang sama. Menurutnya selain aman dari polisi, perjudian burung juga aman dari orang tua. Karena para orang tua menilai, jika bermain burung tersebut hanya sebatas hobi.

“Untuk setiap berjudi biasanya harus ada perjanjian dulu, untuk menentukan berapa uang yang akan ditaruhkan. Biasanya mulai dari Rp 500 ribu sampai jutaan rupiah,” kata Unus.

Untuk berjudi burung, biasanya burung akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu. Burung merpati yang akan mereka jagokan, setiap pagi dimandikan, diberi jamu dan latihan terbang. Setelah itu, baru bisa dipertandingkan dan menghasilkan uang,” jelasnya.

Sementara itu Kasubag Humas Polres Lubuklinggau, AKP Ermi saat dikonfirmasi mengenai judi burung mengaku sampai saat ini belum mengetahui adanya keberadaan berjudi burung.

“Ya kami akan mencari informasi, apakah benar itu berjudi burung atau hanya sekedar lomba,” tegasnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita