oleh

Warga 3 Kecamatan Krisis Air

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Kendati sudah memasuki September, yang biasanya musim hujan. Di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), masih mengalami kemarau. Bahkan air sungai dan sumur warga kekeringan.
Karena kondisi ini, warga Kecamatan Rupit, Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

Seperti dijelaskan Apri, warga Kelurahan Karang Dapo, akibat musim kemarau ini, warga terpaksa membeli air. Air yang dipasarkan oleh pedagang, berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per drum per gentong.

“Harga air bersih untuk kapasitas 1.000 liter Rp100 ribu. Karena sumur saya kering, mau tidak mau tetap dibeli,” kata dia.

Apri menjelaskan, warga sudah terbiasa dengan harga air bersih yang mahal jika kemarau tersebut. Karena itulah kata Apri, dirinya berhemat menggunakan air.

Eko warga Kelurahan Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir, mengatakan harga air bersih di daerahnya bervariasi. Sesuai dengan jarak tempuh rumahnya dengan sungai. Kalau rumah dekat sungai sekitar untuk drum kapasitas 1.000 liter Rp70 ribu tapi kalau jauh dari sungai bisa mencapai Rp100 ribu.

Sementara di Kelurahan Muara Rupit dan Desa Lawang Agung, harga air bersih ukuran 1.000 liter dijual Rp50 ribu.

”Kalau di sini masih murah, untuk kapasitas 200 liter Rp10.000,” kata Nuryah, salah seorang warga.

Camat Rupit, Asma’un mengatakan memang kondisi musim kemarau ini mengakibatkan sumur warga kekeringan, Sungai Rupit juga surut.

“Kalau kini memang agak kesulitan air. Sehingga warga beli untuk memenuhi kebutuhan, tapi untuk warga yang berada di pinggir sungai tetap memanfaatkan air Sungai Rupit baik untuk mandi maupun cuci,” kata dia.

Mengenai upaya pemerintah, Asma’un menambahkan, kalau dari pihak kecamatan belum bisa berbuat banyak. Namun dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Muratara saat ini sedang berupaya, agar tahun ini PDAM Rupit dapat beroperasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Muratara, Yan Tulak maupun Sekretaris, Amiril saat dihubungi tidak terhubung lantaran sedang di luar jangkauan.(asd)

Rekomendasi Berita