oleh

Wapres : Wartawan Harus Cerdas

HM Yusuf Kalla
“Kalau wartawannya pintar, medianya juga menjadi smart, sehingga membuat pembaca juga cerdas dan kritis….”

LINGGAU POS ONLINE, JAKARTA – Media massa sekarang ini tidak cukup dengan menyampaikan informasi yang cepat, tetapi harus banyak berinovasi. Sebab, saat ini adalah era inovasi.

Terutama media cetak. Karena media saat ini dituntut bukan hanya bisa menyajikan informasi sudah dan sedang terjadi, tetapi harus mampu menyajikan informasi yang akan terjadi pada masa mendatang.

Untuk wartawan harus smart (pintar,red), lebih pintar dari masyarakat pembacanya. Artinya, para pewarta harus banyak belajar. Kalau wartawannya pintar, medianya juga menjadi smart, sehingga membuat pembaca cerdas dan kritis. Kalau media tersebut mampu melakukan hal seperti itu, maka media inilah yang disukai dan ditunggu masyarakat.

Demikian dikatakan Wakil Presiden RI, HM Yusuf Kalla, saat meresmikan Grand Launching Fajar Indonesia Network (FIN), di Wisma ANTARA Jakarta, Jalan Medan Merdeka Gambir Jakarta Pusat, Selasa(4/9).

Diera globalisasi ini para kaum milenial hampir tidak ada lagi yang membaca media cetak, melainkan menghabiskan waktunya berhari-hari memainkan gadget. Tinggal masyarakat golongan usia diatas 40 tahun yang masih membaca koran.

Menurut Yusuf Kalla, wartawan media cetak harus mampu membaca dan menganalisa apa yang akan terjadi sekarang dan masa yang akan datang. Sehingga informasi yang disampaikan menjadi kebutuhan masyarakat, karena mereka akan dapat mengetahui apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi nanti.

Dengan mendapatkan informasi dari media cetak, mereka bukan hanya mengetahui kondisi kekinian tetapi mampu menganalisa apa yang akan terjadi dan harus dilakukan untuk kedepan. Sehingga apa yang diulas oleh media akan menjadi bahan analisa serta kajian oleh seluruh kalangan masyarakat.

Menurut Yusuf Kalla, media atau wartawan yang dikategorikan maju apabila media dan wartawannya mampu menganalisa setiap perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat saat ini, dan menyampaikannya dengan sajian secara positif.

“Kalau masih ada wartawan yang mewawancarai pejabat dengan pertanyaan, apa tanggapan bapak tentang masalah ini? Itu sudah dipastikan wartawan daerah,” guyon Yusuf Kalla.

Grand Launching FIN yang dilakukan ini saat tepat untuk menjawab tantangan media saat ini, karena akan mempermuda masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi dari berbagai penjuru daerah di Nusantara.

CEO Fajar Indonesia Network, HM Alwi Hamu, mengatakan mengapa FIN harus ada? Jawabnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi secara cepat dengan kemajuan teknologi sekarang ini. Dan FIN merupakan gabungan dari 90 perusahaan penerbit media cetak dan elektronik (TV). Atas dasar itulah tema Launching FIN ‘Membangun Media Massa yang Sehat dan Bermartabat serta Anti Hoax’.

Media yang tergabung FIN tidak akan memperoleh informasi dengan cara mencari-cari kesalahan seseorang, sekelompok orang, golongan atau organisasi tertentu, kemudian disajikan menjadi berita yang The Best (utama) di media.

“Tetapi bukan tidak mengkritik atau mengabaikan fungsi kontrol, namun kritikan dan kontrol tersebut disajikan dengan tidak membuat orang tersudut, disalahkan, tersinggung atau menghukum,” jelas dia.

Bahkan dengan kemasan tulisan yang apik, ia berkeyakinan, kritikan dan kontrol yang disampaikan kepada masyarakat malah membuat yang dikritisi dan dikontrol tersenyum. Dengan demikian pelaksanaan fungsi kontrol pers terlaksanakan dengan baik dan bijaksana.

Inilah bentuk pelaksanaan kegiatan jurnalistik pers yang profesional dan bertanggung jawab yang dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat, sehingga pers tersebut dapat bertahan di tengah persaingan bisnis industri pers sangat ketat seperti yang terjadi era sekarang ini. (15)

Rekomendasi Berita