oleh

Wanita Harus Cerdas dan Santun

Kepala SMP Negeri 9 Lubuklinggau, Nurainun
“Senjata RA Kartini itu ujung pena yang sama tajam dengan pemikiran-pemikirannya..”

LINGGAU POS ONLINE, AIR TEMAM – Peringatan Hari RA Kartini di peringati 21 April 2018 lalu. Namun masih menyisakan cerita. Khususnya di SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Sekolah yang dipimpin Nurainun ini menggelar Lomba Berbusana Kebaya Kartini juga Lomba Puisi Kartini.

“Kedua lomba ini, diadakan oleh siswa-siswi yang tergabung di OSIS, Sabtu (21/4) agar memotivasi kita semua, perempuan Indonesia untuk jadi pribadi yang cerdas dan santun,” tutur Kepala SMP Negeri 9 Lubuklinggau, Nurainun, Senin (23/4) .

Nurainun membenarkan, Indonesia memang punya banyak pahlawan perempuan dengan perjuangan masing-masing. Dari kisah-kisah para pejuang wanita itu, tak semua mengacungkan senjata dan terjun ke medan perang secara langsung.

“Dari kisah yang kami baca, ada beberapa berjuang dengan cara yang mungkin lebih halus namun tentu tak kalah patriotik dan berani. Salah satunya adalah Raden Adjeng (RA) Kartini. Kartini memang tak pernah memegang bambu runcing, senjata beliau adalah ujung pena yang sama tajamnya dengan pemikiran – pemikirannya,” tutur guru berhijab ini.

Nurainun menceritakan, di masa ketika warga pribumi, apalagi perempuan, masih berada di bawah tekanan penguasa, Kartini berani bermimpi dan bertindak untuk menyuarakan hak-haknya sebagai perempuan.

“Semangat tersebut tak hanya menular bagi orang-orang di sekitarnya, tapi juga menyebar ke seluruh Indonesia. Termasuk kita. Maka tak heran, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini,” imbuhnya.

Khusus di SMP Negeri 9 Lubuklinggau, Peringatan Hari Kartini ke-139 juga diikuti para dewan guru. Guru putri mengenakan kebaya.

Pembina OSIS SMP Negeri 9, Rodiallah menjelaskan, peserta Lomba Berbusana Kebaya Kartini diikuti 15 peserta, sementara Lomba Puisi diikuti 10 peserta.

“Kegiatan ini alhamdulillah sukses. Semua berkat kegigihan anak-anak OSIS SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Kami bangga pada mereka,” imbuh Rodiallah.(02)

Rekomendasi Berita