oleh

Walikota Tinjau Gedung Perkantoran

HARI Pertama bekerja, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe lakukan peninjauan ke beberapa gedung perkantoran. Mulai dari ruang kerjanya, ruang kerja Wakil Walikota (Wawako) dan Sekretaris Daerah (Sekda), lalu gedung perkantoran, serta pembangunan gedung perkantoran yang baru, Rabu (19/9).

Peninjauan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dikatakan Nanan, sapaan akrabnya hanya sekedar peninjauan pasca hampir lebih kurang tujuh bulan tidak ia datangi. Selain itu, sebagai penyesuaian untuk melihat kondisi perkantoran. Saat meninjau, ia didampingi Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani, Kepala Bappeda Hj Farida Aryani, Kepala Diskominfo Erwin Armeidi serta beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

“Ya hanya untuk peninjauan saja, sekaligus melihat kondisi perkantoran yang ada saat ini,” kata Nanan usai meninjau.

Setelah melihat kondisi perkantoran yang ada seperti gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BKPSDM) hingga gedung Bappeda, suami Hj Yetti Oktarina Prana ini meninjau pembangunan gedung perkantoran yang baru.

Nanan bersyukur meskipun dilaksanakan secara bertahap, gedung yang dibangun sebanyak lima lantai tersebut hampir rampung. Saat ini sudah memasuki tahap finishing yang ditargetkan selesai tahun ini. Sehingga 2019 mendatang, gedung tersebut sudah bisa ditempati.

“Kita prihatin karena kondisi gedung perkantoran kita selama ini seperti rumah bedeng, makanya kita bangun secara bertahap selama lima tahun kemarin, agar bisa ditempati di gedung yang lebih representatif. Sehingga kedepan pegawai kita nyaman dalam bekerja, serta tamu yang datang nyaman saat berkunjung. Nanti di gedung yang baru ini semua kepala bagian dan sekretariat daerah ditempatkan di sini, termasuk saya, Wawako dan Sekda,” jelas Nanan.

Untuk anggaran, gedung tersebut diperkirakan masih membutuhkan anggaran lebih kurang Rp 2 miliar – Rp 3 miliar, untuk finishing. Ditargetkan 2019 mendatang, gedung tersebut sudah bisa ditempati.

Usai meninjau gedung perkantoran dan pembangunan gedung perkantoran yang baru, Nanan beserta rombongan meninjau pembangunan reservoir seluas 2.000 M3. Pembangunan ini dikatakan Nanan, untuk mengatasi permasalahan PDAM yang selama ini masih dikeluhkan warga. Ia mengaku masih ada tiga ‘Pekerjaan Rumah (PR)’ yang harus diselesaikan kedepannya. Pembangunan reservoir yang saat ini sudah dilaksanakan, pompa air serta pipanisasi.

“Kita targetkan 2019 akhir, permasalahan PDAM bisa selesai,” lanjutnya. (rfm)

Rekomendasi Berita