oleh

Walikota Terima Penghargaan KemenPAN RB

PEMERINTAH kota (Pemkot) Lubuklinggau kembali menoreh prestasi. Kali ini Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menerima apresiasi atas laporan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) diberikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Syafrudin dengan predikat ‘BB’ dengan nilai 71,51.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau mendapat predikat B dengan nilai 68,94. Di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang mendapat peringkat BB hanya Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muara Enim, sedangkan se-Indonesia hanya 40 kabupaten/kota dari 518.

Kota Lubuklinggau dalam menerima apresiasi dan penyampaian laporan SAKIP bersama seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatera, Banten, dan Jawa Barat atau Wilayah I. Kegiatan ini dihadiri langsung, MenPAN RB Syafrudin, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, M Yusuf Ateh, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta jajaran Kementrian PAB RB. Acara dilaksanakan di Luxury Trans Hotel, Kota Bandung, Senin (28/01/2018).

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengatakan pencapaian ini salah satu awal dari perwujudan good goverment di Kota Lubuklinggau.

“Dari hal ini juga kita memulai integritas aparatur, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mewujudkan visi-misi Kota Lubuklinggau menjadi Kota Metropolis Madani. Tentu, ini juga untuk kesejahteraan masyarakat, ini salah satunya dan juga yang utama,” kata H SN Prana Putra Sohe.

HSN Prana Putra Sohe
Walikota Lubuklinggau

Selain itu, H SN Prana Putra Sohe mengatakan juga masih ada hal lain yang harus diwujudkan seperti Smart City, E-Budgeting, E-Goverment.

“Nah, SAKIP inilah yang mengintegrasi semua itu,” tambahnya.

Target kedepan, H SN Prana Putra Sohe bersama jajarannya akan meningkatkan pencapaian.

“Karena kita tidak mau tetap, bahkan turun. Dengan predikat ini, kita akan mendapat tambahan anggaran lebih kurang Rp30 miliar,” jelasnya.

MenPAN RB, Syafrudin dalam sambutannya mengatakan dengan SAKIP melakukan kegiatan secara efektif efisien dalam mencapai sasaran serta memastikan penghematan anggaran melalui dihapusnya kegiatan yang tidak penting.

“Sudah bukan saatnya lagi bekerja hanya untuk membuat laporan dan menyerap anggaran. Sekarang bekerja fokus. Sesuai program dengan perencanaan yang baik sehingga anggaran tidak sia-sia begitu saja. Efisiensi bukan hanya cara mengontrol anggaran, namun penerapan berbasis kinerja. Seperti E-Budgeting salah satunya untuk mencegah pemborosan,” papar dia.

Kepala OPD lingkungan Pemkot Lubuklinggau saat menghadiri penerimaan apresiasi atas laporan SAKIP yang diberikan MenPAN RB RI, Syafrudin, Senin (28/1)

Dikatakan Syafrudin, kedepan pihaknya juga akan menyederhanakan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah, laporan pertanggungjawaban dan laporan kinerja akan diintegrasikan dalam bentuk laporan kinerja daerah, sementara untuk laporan perbendaharaan ada sendiri.

“Kami kedepan juga akan memperbaiki pelayanan terhadap pemerintah daerah agar dapat mencapai yang terbaik,” pungkasnya. (rls)

Rekomendasi Berita