oleh

Walikota Resmikan Masjid Alittikhad

LINGGAU POS ONLINE – Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe resmikan Masjid Alittikhad di Jalan Sadewa RT 04 Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Tidak hanya meresmikan, Nanan sapaan akrab Walikota Lubuklinggau ini sekaligus melaksanakan Salat Jumat berjamaah perdana di masjid tersebut.

Peresmian dilaksanakan pukul 12.00 WIB, yang juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau H Rahman Sani, Asisten I Setda Kota Lubuklinggau Heri Suryanto, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan seluruh lurah di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II serta warga yang ikut Salat Jumat.

Dalam acara itu dilakukan juga pemberian sumbangan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe yang diterima langsung oleh Ketua Masjid Alittikhad, Jumali.

Ketua Masjid Alittikhad, Jumali mengatakan masjid ini didirikan pada 1994, dan lahannya tanah wakaf dari Alm Kapten Ismail dengan ukuran 6×6.  Di tahun 2002 menjadi ukuran 8X8 setelah banyaknya warga di sekitar masjid lebih kurang 250 KK.

“Sehingga kami bermusyawarah dan sepakat langgar pada saat itu ditingkatkan menjadi masjid. Apalagi jarak dari rumah warga ke masjid terlalu jauh. Untuk itu, awal 2019 kami tingkatkan dengan ukuran 11,5 x 11,5, dan Alhamdulillah hari ini diresmikan oleh Walikota Lubuklinggau,” jelasnya.

Pemberian nama Masjid Alittikhad dilanjutkannya, diberikan langsung oleh Saipul Hadi, warga yang resmikan langgarnya pertama kali yang memiliki arti kegotongroyongan. Selaku Ketua Masjid, ia berharap semuanya bisa memakmurkan masjid ini, khususnya masyarakat RT 04 dan masyarakat Kelurahan Marga Mulya.

“Saat ini untuk pembangunan Masjid baru 80 persen, kurangnya kedepannya seperti pembuatan teras, plafon dan tempat kamar mandi belum bisa dilanjutkan karena keterbatasan dana,” lanjutnya.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra sohe mengatakan atas nama pemerintah mengucapkan selamat kepada warga RT 04 yang sudah melakukan pembangunan dari langgar menjadi masjid. Untuk kekurangannya seperti teras, tempat mandi dan plafon, ia meminta kepada pengurus masjid untuk mengajukan proposal ke DMI.

“Dengan berdirinya masjid ini, saya harapkan masyarakat untuk memakmurkan masjidnya, baik fisiknya dan juga  masyarakatnya,” ungkap Nanan. (adi)

Rekomendasi Berita