oleh

Walikota Raih Leadership Award, H2G Jadi Bupati Inovatif

JAKARTA – Bersama enam Walikota lain se-Indonesia, Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe terpilih untuk menerima Leadership Award dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (18/12). Penghargaan itu diberikan kepada Gubernur, Walikota dan Bupati yang dalam kepemimpinannya mampu memajukan daerah sesuai harapan masyarakat, menepati janji kampanye serta menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih.

Penghargaan diberikan langsung oleh Mendagri Tjahjo Kumolo di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Senin (18/12) malam.

Mereka yang menerima Leadership Award ini untuk kategori Walikota ada Walikota Surabaya Ir Tri Rismaharini, Walikota Bandung M Ridwan Kamil, Walikota Samarinda H Syaharie Ja,ang, Walikota Balik Papan HM. Rizal Effendi, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe dan Walikota Pontianak H Sutarmadji.

H SN Prana Putra Sohe yang akrab disapa Nanan mengatakan, penghargaan ini tidak bisa ia raih tanpa adanya dukungan dari semua pihak. Mulai dari rekan kerjanya, Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar dan seluruh elemen masyarakat.

“Penghargaan ini, tidak dapat diraih tanpa adanya pembangunan di Kota Lubuklinggau yang bisa kita rasakan saat ini. Dan pembangunan yang kita lakukan selama ini, tidak mungkin terwujud tanpa ada dukungan dan kekompakan masyarakat,” ungkapnya.

Modal kekompakan inilah, yang membuat ia bersama H Sulaiman Kohar bisa membangun Lubuklinggau.

“Bahkan kami berdua pun sampai saat ini, tidak pernah terbentur konflik. Karena kami berdua yakin, kekompakan yang menjadi modal dalam membangun. Untuk itu juga, Walikota Lubuklinggau terpilih untuk mendapatkan penghargaan ini. Kedepan tentunya harus dipertahankan dan tentunya ditingkatkan,” tegasnya.

Indikator penilaian berdasarkan aspek kepemimpinan birokrasi dan kepemimpinan sosial, yang juga didasarkan sejauh mana kepala daerah menjalankan inovasi, rekam jejak dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik, serta seberapa jauh hasil kajian ke Litbang. Penilaian dilaksanakan dengan cara pengumpulan pengolahan dan menganalisis data atas instrumen yang dirumuskan menggunakan metode kualitatif

Menurut Nanan, ada tujuh orang tim penilai independen. Berdasarkan kriteria penilaian dengan indikator dari aspek kepemimpinan birokrasi dan kepemimpinan sosial, maka tahun 2017 selain tujuh walikota tadi, ada lima gubernur, dan 12 bupati yang menerima penghargaan. Ada 30 persen wajah baru yang menerima penghargaan tersebut. Namun selebihnya itu-itu saja.

“Saya ucapkan selamat kepada bupati, walikota dan gubernur yg menerima penghargaan baik Innovative Goverment Award maupun Leadership Award. Dan kami bangga, yang menilai bukan dari Kemendagri. Mudah-mudahan ditingkatkan ke depan kemudian bisa memberi contoh buat daerah yang lainnya. Karena ini juga sama-sama penting dan bisa membangun kebersamaan yang ada,” terang Nanan.

Rata-rata, imbuhnya, janji kampanye mencapai 90 % terealisasi oleh penerima penghargaan Leadership Award ini. Menggerakkan dan mengorganisir masyarakat.

“Semua pemimpin punya leadership, namun berdasarkan Penilaian yang ada ini adalah mereka mempunyai ide dan gagasan yang bisa menggerakkan masyarakat. Tahun depan, ini akan digabungkan yakni innovasi leadership biar lebih fokus,” jelasnya.

***H2G Bupati Inovatif Peringkat 4 se-Indonesia

Prestisius, meski berstatus sebagai daerah tertinggal, Kabupaten Musi Rawas telah menghantarkan H Hendra Gunawan (H2G) meraih penghargaan Bupati Inovatif peringkat pemenang keempat se-Indonesia.

Selain Kabupaten Musi Rawas ada sembilan kabupaten, sepuluh kota dan tiga propinsi yang menerima penghargaan bertajuk Innovatif Government Award (IGA) 2017.

Penghargaan diserahkan Mendagri RI, Tjahjo Kumolo di Puri Agung Convention Hall Hotel Grand Sahid Jakarta tadi malam (18/12).

Penghargaan IGA 2017 dari Kemendagi RI ini terasa sangat istimewa karena Musi Rawas ditetapkan sebagai peringkat keempat dari sepuluh besar nasional hasil tahapan penilaian yang dilakukan Tim Kemendagri RI.

Untuk tiga besar peraih IGA merupakan kabupaten unggulan di Pulau Jawa yakni Kabupaten Gresik, Bogor dan Malang. Selanjutnya Peringkat keempat Kabupaten Musi Rawas yang sukses mengungguli dua kabupaten dari Sulawesi yakni Pinrang (5) dan Bantaeng (9). Bahkan Kabupaten Boyolali yang sudah mendunia peringkatnya berada di bawah Kabupaten Musi Rawas yakni peringkat 6. Untuk peringkat 7 Kabupaten Sleman diikuti Madiun (8) dan Lebak (10) melengkapi posisi sepuluh besar.

Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan yang menerima penghargaan IGA Award 2017 sebagai peringkat pemenang keempat merasa tak percaya dengan prestasi yang begitu luar biasa. Sebab tiga besar pemenang IGA adalah kabupaten yang benar-benar sudah maju pesat bahkan menjadi kabupaten prestasi internasional. Misalnya pemenang pertama Kabupaten Gresik dengan PAD Rp 950 miliar dengan APBD Rp 2,97 triliun, peringkat kedua Kabupaten Bogor dengan PAD Rp 2,24 Triliun dengan APBD Rp 6,71 triliun dan peringkat tiga Kabupaten Malang PAD Rp 460 miliar dengan APBD Rp 3,58 triliun.

“Sementara Kabupaten Musi Rawas PAD hanya Rp 122 miliar dengan APBD Rp 1,68 triliun dan masih berstatus daerah tertinggal di Indonesia. Jadi tidak ada apa-apanya dibandingkan daerah lain yang masuk sepuluh besar peraih IGA 2017. Namun kita (Musi Rawas) bisa menjadi pemenang nomor empat dan menjadi satu-satunya kabupaten di Sumatera bahkan di empat besar kita juga bisa masuk bersama kabupaten hebat di Pulau Jawa. Alhamdulillah, ini pencapaian luar biasa dan tentunya buah kerja keras semua pihak,” ungkap Bupati H Hendra Gunawan usai menerima penghargaan tadi malam.

Makanya Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak atas kado akhir tahun yang begitu indah dan sangat spesial bagi seluruh masyarakat Musi Rawas.

Kepala Bappeda Musi Rawas, H Suharto Patih menambahkan, dalam penilaian IGA tersebut Kabupaten Musi Rawas menyampaikan lima inovasi. Rinciannya inovasi tersebut meliputi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Inovasi Pelayanan Publik dan Inovasi Daerah lainnya sesuai bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Untuk menentukan Pemerintah Daerah Inovatif, penilaian dilakukan terhadap berbagai inovasi daerah yang telah berhasil dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan berbagai kriteria. Diantaranya mengandung pembaharuan seluruh atau sebagian unsur dari inovasi. Memberi manfaat bagi daerah atau masyarakat. Tidak mengakibatkan pembebanan atau pembatasan pada masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan.

“Kemudian merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan yang terpenting dapat direplikasi,” jelas H Suharto Patih.

Paparan Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan di hadapan para tim penilai sendiri telah dilaksanakan di The Acacia Hotel and Resort, Jakarta Pusat Senin (30/10) lalu.

Dalam presentasi tersebut, Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan menyampaikannya dengan lugas dan penuh percaya diri. Beberapa inovasi yang disampaikan di hadapan para panelis antara lain, dibidang pemerintahan dan pelayanan publik. Seperti program dengan tagline ‘jempol’ atau kependekan dari program jemput bola administrasi kependudukan. Kemudian inovasi Pilkades serentak dengan sistem Elekteronik Voting (e-Voting) yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi pioner di pulau Sumatera.

Di bidang kesehatan ada Gerakan Mura Sempurna Sehat di mana bukan hanya jajaran pemerintahan, TP PKK juga menunjukkan perannya di mana Pokja 4 mempunyai jaringan komunikasi melalui group WA untuk ikut memantau semua kondisi.

Bersama petugas kesehatan desa, KUPT Kesehatan Kecamatan, Dinkes dan Rumah Sakit melakukan deteksi pasien hingga ke pelosok desa sampai ke wilayah terpencil. Terhadap pasien dengan status berat kemudian dibawa ke tempat pelayanan yang lebih layak. Pastinya selalu menyiapkan Ambulance di Puskes yang peruntukannya hanya untuk pelayanan masyarakat.

Juga ada inovasi jamban sehat hasil kerja secara bersama jajaran Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa dan PKK, yang juga sudah mendapatkan award dari media nasional. Selanjutnya inovasi di bidang keagamaan ada program Mura Sempurna Cinta Alquran, Memakmurkan Masjid, Gemar Bersodaqoh dan penerapan Kurikulum Darussalam di sekolah.

Adapun inovasi daerah lainnya sesuai dengan kewenangan daerah, ada dua inovasi yang dipilih untuk dipaparkan. Yaitu inovasi kampung hijau, meliputi padi organik, kampung manis dan Gerakan Tanam (Gertam) cabai dengan Kampung Pedasnya. Di sini juga diterapkan inovasi yakni komunikasi melalui grup WA untuk memantau seluruh wilayah guna memastikan mana yang pertumbuhan tanaman cabe dan tebu yang berhasil dan mana yang terkendala. Termasuk sudah bisa dibuat produk hasil olahan kampung manis dan kampung pedas memanfaatkan teknologi. Kemudian inovasi dibidang kewirausahaan dan UKM dengan unggulan program Rumah Lele dan Kopi Selangit.

Penyerahan Penghargaan IGA 2017 di Jakarta tadi malam Bupati didampingi beberapa kepala OPD terkait inovasi yang dijalankan Pemkab Musi Rawas. Selain itu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Musi Rawas juga ikut menghadiri acara spesial tersebut. Diantaranya Kapolres Musi Rawas, Kajari Lubuklinggau, Ketua PN Lubuklinggau serta Dandim 0406 MLM serta Kandepag Musi Rawas. (09/ME)

Komentar

Rekomendasi Berita