oleh

Walikota: Peserta Didik Perlu Disibukkan Kegiatan Positif

Ekstrakulikuler Ampuh Cegah Kenakalan Remaja

Anak yang terjerumus pada narkoba dan pergaulan bebas, kerap dikenal dengan istilah terjebak pada kenakalan remaja. Salah satu solusinya untuk mencegah ini, mereka harus dilibatkan dalam kegiatan positif. Ekstrakulikuler misalnya.

Laporan Sulis, Lubuklinggau

ILMU yang guru berikan di dalam kelas, terkadang belum mampu memenuhi kebutuhan siswa. Terlebih dengan kuantitas siswa per lokal yang terkadang membludak. Membuata perhatian guru maupun wali kelas tak begitu mendetail, pada masing-masing siswa.

Celah inilah, yang menjadi ‘jalan’ yang bisa membuat siswa tak terawasi dengan baik. Perubahan perilakunya, semangat belajarnya, sampai pada sikap sosialnya kadang tak terpantau oleh para guru.

Sampai ketika seorang siswa ini terlibat pada kenakalan remaja sekalipun, terkadang baru muncul kesadaran dari orang tua dan guru. Kenapa bisa terjadi?

Untuk mencegah ini, butuh sinergi bersama. Antara guru, orang tua dan masyarakat.

Kenakalan remaja seperti kecanduan game online, seks bebas, sampai pada narkoba timbul karena adanya beberapa sebab. Salah satunya, karena kurang kasih sayang orang tua, kurang pengawasan dari orang tua dan pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.
Hal itu disampaikan Psikolog, Irwan Tony, Rabu ( Senin (6/12).

Untuk saat ini, peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif juga bisa jadi penyebab.

“Bisa jadi juga disebabkan dasar-dasar agama yang kurang dan tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya. Sehingga anak memiliki kebebasan yang berlebihan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengingatkan seluruh sekolah agar mengaktifkan ekstrakulikuler.

“Jangan sampai siswa-siswi ini tidak punya kegiatan. Sebatas sekolah saja. Padahal, kalau mereka mau ikut ekstrakulikuler, banyak manfaat lain yang bisa diperoleh. Lebih mandiri, punya keahlian atau keterampilan lain, bahkan prestasi,” jelas bapak yang akrab dipanggil Nanan itu.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi sekolah-sekolah yang rutin menggelar festival seni, liga olahraga, juga lomba-lomba.

“Ini positif. Karena masa depan anak terkadang bukan tergantung pada potensi akademik saja. Potensi non akademik mereka, bisa membawa anak pada puncak kesuksesan. Hobi olahraga misalnya, aktif di ekstrakulikuler olahraga, lalu jadi atlet nasional. Nah, jadi jangan kekang anak dengan akademik saja. Berikan mereka keleluasaan untuk mengekspresikan diri pada aktivitas yang positif,” imbuhnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita