oleh

Wakil Indonesia Lolos ke Final Thailand Masters 2019

Fitriani Lolos ke Final

JAKARTA – Satu-satunya wakil Indonesia yang masih tersisa di turnamen Thailand Masters 2019 Fitriani menuai hasil memuaskan. Ya pebulutangkis berusia 22 tahun itu meraih tiket babak final ajang pembuka BWF World Tour 2019 Super 300 tersebut.

Hasil itu didapat setelah menandaskan langkah wakil Hongkong Deng Joy Xuan di babak semifinal dengan skor 12-21, 21-19 dan 21-16 di Hua Mark Indoor Stadium, Bangkok, Thailand, Sabtu (12/1).

Turun pada duel pembuka di lapangan 2, kedua pebulutangkis yang sebelumnya tidak pernah bertemu itu terlihat masih menerka-nerka permainan dan kelemahannya masing-masing. Hal itu terlihat di awal game pertama kedua pemain bermain cukup berimbang. Namun sayang ketika memasuki interval pertama dengan skor 8-11, Fitriani banyak melakukan kesalahan yang tak seharusnya dilakukan.

Alhasil, pemain Indonesia yang menurut statistik BWF memiliki peringkat 33 dunia itu-pun harus tertinggal semakin jauh 8-15, hingga akhirnya kalah di game pertama dengan skor 12-21.

Tertinggal poin cukup jauh di game pertama, Fitriani berupaya keras untuk bangkit dan membalas kekalahannya dengan di game kedua.

Terbukti, wanita asal Garut, Jawa Barat itu berhasil merebut game kedua lewat pertarungan sengit dan dramatis. Fitriani akhirnya memperpanjang napas untuk melanjutkan pertandingan ke game penentuan usai menutup game kedua dengan skor 21-19.

Di game penentuan, Fitrian tampil lebih percaya diri. Lewat serangan-serangan yang dibangunya, ia sempat menyulitkan sang lawan dengan bola-bola lob-nya. Fitriani berhasil memimpin di awal game ketiga dengan skor 5-4.

Setelah itu, Fitriani terus melesat meninggalkan Deng Joy Xuan dan menyegel game penentu dengan skor 21-16. Dengan kemenangan ini, Fitriani kini memegang rekor 1-0 dalam pertemuan dengan Deng Joy Xuan.

“Dari awal sudah berani reli dulu, kalau ada kesempatan baru balik serang. Bisa mengendalikan pukulan-pukulan lawan yang tajam dan akurat dengan menerapkan pola main yang sudah direncanakan seperti merusak posisi lawan untuk bisa menyerang balik,” ungkap pelatih tunggal putri Indonesia, Minarti Timur seperti dikutip dari situs resmi PBSI, Sabtu (12/1) kemarin.

“Di game kedua dan ketiga, stamina lawan mulai kendor dan pukulannya tidak akurat lagi, jadi Fitri punya banyak kesempatan untuk menyerang dan mematikan lawan” sambungnya.

Hasil ini membuat Fitriani menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melaju ke babak final Thailand Masters 2019. Selanjutnya di partai puncak yang bakal digelar, Minggu (13/1) besoka, Fitriani akan menghadapi unggulan kedelapan dari tuan rumah, Busanan Ongbumrungpan.

Busanan sendiri berhasil melenggang ke partai final usai mengalahkan rekan senegarannya, Pornpawee Chocchuwong, dalam straight game dengan skor telak 21-10 dan 21-4 di semifinal.

Dari rekor pertemuan, Fitriani dengan Busanan sudah tiga kali berjumpa. Saampai saat ini Busanan memimpin rekor pertemuan itu denga skor 2-1.

Akan tetapi, di pertemuan terakhir pada babak 16 besar Korea Masters 2018, Fitriani berhasil mengalahkan pebulutangkis peringkat 29 dunia itu lewat rubber game dengan skor 21-18, 12-21, dan 21-11.

“Busanan mainnya bagus dari babak awal, apalagi dia wakil tuan rumah. Fitri mesti berani dulu, terapkan reli-reli balik serang. Fitri harus siap capek dan lebih nekad dengan berusaha mengembalikan bola-bola sulit dari lawan, yang penting main rapi dulu,” tutur Minarti.

Sebagai informasi, Fitriani sudah sangat lama tidak pernah menginjakkan kaki di partai pamungkas. Babak finalnya terakhir kali di turnamen level grand prix apada tahun 2015 lalu. Namun pada saat itu ia gagal merebut gelar juara setelah dikalahkan wakil Jepang Saena Kawakami. (gie/fin/tgr)

Rekomendasi Berita