oleh

Wajib, Nama Ibu Kandung Dirahasiakan

Registrasi SIM Card

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI membuat kebijakan baru untuk menertibkan penggunaan SIM Card bagi masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan, terutama pelanggan prabayar sebagai bentuk komitmen Kemenkominfo dalam melindungi konsumen serta kepentingan Single National Identity dalam meminimalisir kebiasaan pakai buang SIM Card.

“Ini dilakukan untuk menertibkan penggunaan SIM Card, kita di daerah sudah mendapatkan surat langsung dari kementerian, tentang peraturan yang baru ini. Di mana, setiap orang harus melakukan registrasi ulang. Jika tidak registrasi, maka karti SIM Card tersebut secara otomatis akan terblokir,” kata Kadiskominfo dan Statistik Musi Rawas, H Bambang Hermanto melalui Kepala Seksi Pengembangan Ekosistem dan E-Goverment, Rani Diana Sari kepada Linggau Pos, Rabu (1/11).

Kemudian, lanjut Rani, registrasi prabayar mulai berlaku 31 Oktober 2017. Waktu paling lambat melakukan registrasi prabayar pelanggan dibatasi sampai tanggal 28 Februari 2018.

“Yang harus diperhatikan adalah, jika ada operator yang meminta kirim nama ibu kandung itu salah. Karena kalau sampai diberikan nama ibu kandung, maka bisa berakibat fatal. Nama ibu kandung itu sangat krusial, jadi jangan diberikan kepada orang lain,” ungkapnya.

Karena, dirinya pernah mendengar ada operator yang meminta kirimkan nama ibu kandung, padahal jika diberikan nama ibu kandung tersebut, dikhawatirkan akan digunakan oleh oknum untuk melayak isi tabungan diperbankan.

“Kalaupun sudah terlanjur diberikan, maka sekarang Kominfo akan terus mengawasi seluruh operator, karena seluruh data sekarang sifatnya krusial. Sehingga kedepan kita berharap ada satu data, satu NIK, satu identitas. Agar ruang gerak para penipu bisa dipersempit,” tutupnya. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita